tadinya tulisan menggugat iklan [icon] ASI hanya ditujukan untuk teman-teman di FS saya, tapi semenjak ada ajakan teman saya untuk mengaktifkan multiply saya yang terbengkalai, copy paste lah saya di MP. Gak taunya, banyak sambutan yang saya dapatkan..dan banyak juga teman yang saya dapatkan...saya senang..
tapi beberapa hari terakhir ini, saya mendapatkan "ancaman" dari seseorang yang mengaku kenal dengan saya. ancaman itu datang malam2, tanggal 10 juni 2007 jam 8 malam. sehabis nenen nayaka, saya liat layar hp saya berkedip tanpa nomer. dari luar negeri dong tentunya,
"yes, arie speaking."
si penelpon, laki-laki, [suaranya gak dikenal]; "gak usah ngomong bahasa inggris deh. ngapain kamu nulis2 nyinggung-nyinggung ibu Ani. hapus itu." Klik, sambungan terputus. saya bingung, heh ibu ani? apaan?. ooh, ternyata ibu Ani SBY dalam hati saya. siapa ini? saya tidak gubris. tengah malam, dengan tidak ada no. dia telpon lagi. kali ini saya agak jengkel, tengah malam gitu loh, ngantuk pula.
"saya liat masih belum dihapus. besok harus dihapus. gak sopan menghina ibu negara juga,bisa ditangkap kamu."
ellho..siapa anda? emang bu Ani simbol negara apa?? apa pula ini, dimana kebebasan saya menulis. hari gini lagi. tapi dia tidak menjawab, melainkan menutup telpon.
besok paginya, saya gak masuk kantor, tau-tau ada seseorang perempuan menelpon saya.
"eh, kok lu gitu sih. kan gak semua ibu2 sukses menyusui kayak elu dan para ibu laiinya itu. mbak mestinya lebih sopan dong ngomongnya. apasalahnya kemudian kami memakai susu formula."
saya jelaskan kalo saya gak bermaksud menyakiti hati ibu yang tidak bisa memberikan ASI kepada anaknya. dan tulisan saya justru ingin mendapatkan perhatian, bahwa semua ibu ketika ingin memberikan ASI harus mendapatkan dukungan, baik itu dari dokter, keluarga, suami, teman, pokok lingkungan lah. tau-tau si penelpon bilang: "ya gak cuma itu, mbak ngapain juga menghina iklan itu gak pantes. ngapain menghina bu ani dan bu menkes..kan ada niat baik dari pemerintah untuk mendukung ASI eks."
loh...kok agak mlenceng,dalam hati saya.
saya menjawabnya bahwa dukungan cuma iklan gitu tanpa ada realisasi kemudahan ibu menyusui sama aja dodol. buang ratusan juta buat bikin iklan. ngapain? mending duitnya buat alokasi lain. buat posyandu misalna. lagian kok iklan ASI sponsornya perusahaan yang membuat susu formula bayi, cetus saya.
"gak bisa gitu mbak...mbak tuh tau gak berhadapan dengan siapa?"
"ooh, situ ngancem?" kali ini saya menggretak.
"apus aja deh tulisannya."
"situ siapa sih, intel nya SBY apa nut****? apa haknya menyuruh saya menghapus tulisan saya. memangnya situ gak tau apa kita hidup udah reformasi? semau gw dong nulis apa, lagian juga tulisan saya cuma gitu doang. apa pengaruhnya buat kalian?"
"gak, pokoknya hapus!" Nadanya tinggi. "Tulisan berlebihan tanpa dasar ilmiah."
"yeey...nama juga curhat! semau-mau gue."
"saya banned nanti account anda."
"silahkan, saya bikin lagi...emangnya yang gratisan cuma MP." ejek saya.
"Kalo perlu saya publish kemana-mana, termasuk obrolan kita ini. Anda sudah terekam yah mengancam-ancam saya..." balas saya gak kalah sengit.
"yeeey... arie, jangan marah doong, gila lu mau bawa ngelawan sobat sendiri.."
Blegedhes!!! ternyata si kardus, teman saya SMP!!! gila lu jeung..
"iya, iseng ngeklik di google, ada tulisan elu. hahaha!! masih doyan aja lu nyela si ANI sby...gak jadi pacarnya Agus sih."
"kampret!" saya dan Kardus [maaps dia gak punya account apa2!jadi gak bisa saya link] sudah berteman dari SMP. hobby nya dengerin queen sama creator, capee banget. wedhok kok ya blegedhes..rupanya dia sedang berada di jakarta. si single mom beranak satu ini salah satu motivator saya untuk berani berkembang biak...dia yang memberikan pandangan bahwa anak itu adalah kumpulan energi yang luar biasa. setelah dihamili pacarnya, dia dikeluarkan dari sekolah. dia ikut neneknya di yogya hingga si bocah, Yusuf namanya, lahir dengan down syndrom. bayangkan umur 15 tahun dengan bayi down syndrom, harus bekerja di pabrik, menghidupi si nenek dan bayinya. dia tetap memelihara yusuf dengan penuh kasih. memberikan full ASI kepada Yusuf, harus ngumpet-ngumpetan meres ASI di tempat kerjanya.
"sejak kapan lu jadi sok tau tentang ASI, rie? gw pikir lu kayak non-non lainnya, gak mau nikah, gak mau beranak. pun kalo nikah, anak kasih mertua or mak lo, kasih deh susu, singsetin tuh badan. gak taunya, blegedesh!" katanya sambil mengakak di ujung sana.
Kardus teman saya juga awalnya gak tau apa soal ASI, tapi dengan kasih sayang memberikan ASI kepada Yusuf hingga dua tahun lebih, membuat Yusuf tumbuh menjadi anak yang....sulit saya definisikan dengan kata2. pintar untuk seorang DS. Yusuf menyukai musik..piano..kecapi..gending jawa, dia lahap. Yusuf pun tumbuh tidak berlebih berat badan, lincah untuk ukuran DS. pandangan matanya sincere...tutur katanya lembut, meskipun sulit dimengerti.
saya ingat, di rumah neneknya di sebuah dusun di yogya, sambil memberikan nenen kepada Yusuf, Kardus menyenandungkan sebuah syair lagu jawa. dia bilang ke saya, "saya terima nasib saya dan anak saya rie, saya bahagia..sebagai ibu saya mesti kuat." Ya ampuuun, sebuah kalimat yang untuk umur 15 tahun gak pernah saya pikirkan. cara pandang dia berubah...[meski tetep pendengar musik cadas]. sementara saya masih menuntut ibu saya untuk dibelikan sepatu converse, Kardus sudah jauh-jauh-jauh di atas saya.
lama tak terdengar, saya mendengar dari seorang kawan ketika meliput di yogya, bahwa kardus punya tempat les mengajar musik buat anak-anak dan salah satu pengasuhnya adalah Yusuf si bayi DS. saya kesulitan menghubungi dia saat itu. hingga kemarin senin, dia terpingkal-pingkal mendengar maki2 saya di telpon. kami bernostalgia, kami berjanji untuk kopi darat akhir minggu ini..
"Dus, lu bisa tau dari mana gw nulis2 gitu." Ah, ya, rupanya si Kardus ini tiba-tiba punya hobby melacak semenjak dia mengenal internet setahun terakhir ini [jangan diledek lu yah, gw sekarang dah bisa beli komputer dan baru tau itu namanya internet hehehe,begitu cetusnya] salah satunya melacak mantan pacar yang menghamilinya dan tidak bertanggungjawab itu. "ada loh, di apah tuh,frenster..rangkulan ama ceweknya..duh duh duh...gw kasih tau tuh cewek kali yah biar tau rasa. ah, tapi sudahlah, nanti tunggu tanggal mainnya." hahahaha, kami tergelak dan menyusun rencana untuk balas dendam. [beneran dia mau membuat perhitungan, dan saya diminta untuk membantunya,..ah..entahlah dalam hati kecil saya].
"dus, ngomong-ngomong, lu baru sekali ini telpon gw sok-sok ngancem tulisan gw?"
"ho oh. nape emang?" katanya sambil berusaha menghentikan tawanya.
"Lah, tadi malem kagak? tapi suara cowok ding, sapa tau gitu mamang tukang beca lu suruh ngerjain gw."
"enggak. ngapain gw nyuruh mamang becak. mang ada yg nelpon lu kayak gitu? dari no. mana? yang nelpon laki
"gak ada nomernya, gw pikir internasional call. iye, laki-laki gitu"
"Kagak, Rie, Sumpe. bukan gw itu maaah...kok bisa gitu. emang napa tulisan2 lu, biasa ajah..cuman curhatan gitu."
"yeey, meneketehe.eh, bentar Dus, hape gw yang satu bunyi. gw telpon lu lagi, sapa tau ini kantor jepang." di layarnya tidak ada nomer.
"Halo?"
"...masih tetep ada tulisannya, kamu tau kalau kamu menjelek2kan istri kepala negara...kamu tau hukumannya, ikut menjelek2an perusahaan juga, ikut tanda tangan mengancam, kamu tau akibatnya..."
Klik....tuuuuttt.....
*ooh, please, siapa yang mbaca tulisan saya trus ngancem, gak ada tempatnya deh..., jangan cuma berani lewat fasilitas IM3, hadapi saya gentleman.apa keberatan anda? apa hak anda minta saya menghapus itu tulisan. tunjukkan pasal apa yang membuat saya salah? baik2 ngomongnya yah mas! kalaupun pakai account MP, tunjukkan batang hidungmu!*