Pagi tadi saya sudah dibuat jengkel oleh diri saya sendiri. Iya.. ini mungkin akibat dari diri saya yang selalu menuntut untuk terus sempurna. Apalagi, pekerjaan tadi pagi, bagi saya, mestinya mudah untuk dilakukan. Nyatanya saya gagal. Kegagalan tadi pagi membuat saya menangis lalu mengutuk diri sendiri kalau saya lousy mom!
Apalagi kalau membuat kue untuk Nayaka.. hahahaha, terdengar sepele bukan? Tapi buat saya tidak. Awalnya, Nayaka sedang ogah-ogahan untuk makan. Belum sampai GMT [Gerakan Tutup Mulut] sih. tapi, cukup memusingkan pengasuhnya untuk menyuapi Nayaka dengan sabar. saya coba buka arsip milis anak-anak juga arsip milis SEHAT. Saya coba terapkan ke anak saya. Mulai dari cari piring2 yang lucu, makan di suasana yang berbeda… hingga sharing food sama ibunya [tentu pada saat tidak pedas yaa…]… hasilnya??? Piring2 lucu itu sudah dua yang gompal karena di lempar setiap makan. Makan di suasana berbeda?? Mulai dari restoran hingga dia diperbolehkan makan sambil bermain bersama mainannya.. sudaaaah…. Tapiiiiii… hanya bertahan satu atau dua kali!!!! Sisanya… No Way… “GAK mau MAKAN!”. Sharing Food dengan ibu??? Yang ada makanan ibu di piring di acak-acak!
Akhirnya, saya berpikir, mungkin makanan Nayaka yang monoton. Jadilah, pada suatu hari saya berkelana di toko buku di bagian Tata Boga. Hahahaha, hal yang saya TIDAK pernah saya lakukan sebelumnya,mencari buku resep. SEMUA buku resep balita dan anak saya borong. Keesokan harinya, setelah membaca satu persatu saya mencatat bumbu apa saja yang saya tidak miliki. Tentunya, setelah berkonsultasi dengan mama daffa. [sowry ya wik!] beliau yang bilang, ini gak usah, itu gak perlu. Hingga pertanyaan, “lu mau bikinin apa sih Ri?”. Di swalayan, saya gelagapan. Di mana letak mustard? Perlu gak sih beli Mayones? Minyak wijen buat apa? Kok saus tiram ber-MSG semuaaaa????
Akhirnya nyerah, saya beli semua! Untuk saus Tiram saya pilih Maggie karena kandungan persentasenya jelas. Meski ada MSG terpaksa saya beli. Belakangan [tanpa bilang-bilang sama mamanya daffa] saya pergi ke organic store tanya saus tiram non msg.. harganya huiiihh!! Mahalnya! Tapi saya beli jugalah!
Taraaaaaa… semua bumbu dan bahan siap pakai [untuk bahan siap pakai saya gunakan untuk maximal 3 hari] jembreng di meja dapur! Mbak Onah, bedinde, bertanya kepada saya, “ibu mau pesta?”
Sudah! Saya tutup kuping! Saya mau masak buat nayaka!
Nah, tadi pagi. Saya sudah bersiap di dapur. Rencananya saya mau masak Pisang oles cokelat. Bahan sudah siap semua. Tapi, dari awal… saya gagal mencairkan cokelat masak. Lalu, caramel yang gosong. Terakhir.. pisangnya tidak bisa di olesi dengan caramel maupun cokelat masak, karena caramel gosong dan cokelat masak yang tidak meleleh dengan sempurna!
Saya kesal! Saya kesal dan menangis, hahahaha!
Nayaka ngeliat tampilan pisang meringis doang, dimakan pun tidak!
Saya bujuk-bujuk dia untuk makan. Toh, ini pisang. Kesukaannya. Tapi nayaka malah memonyongkan bibirnya sambil menggelengkan kepala!
Ya sudah, saya rajang bayem hingga halus ditambah labu siem, saya masak sayur bening sajah! Itu saya lakukan sambil brebes mili tentunya.
Setelah jadi, saya kasih ke pengasuh untuk menyuapi Nayaka…
Kurang lebih 45 menit kemudian, setelah saya selesai mandi dan bersiap ke kantor, pengasuh saya menghampiri saya. “Bu, bayemnya masih ada? Mas Naya minta tambah..”
Owalah.. naaak!