Blog EntrySekilas curhatan.. [ini plus artikelnya]Apr 28, '08 3:29 AM
for everyone

 

Saya baca Koran Tempo hari ini [senin, 28 April, 2008] membuat saya yang setengah mati puyeng dapat tersenyum cerah. Akhirnya, dapat ditemukan cara menghancurkan Styrofoam. Dan hebatnya lagi, yang menemukannya adalah anak-anak Indonesia yang masih umur 17 taun!!.. [sementara anak-anak lain sibuk main sinetron tapi bermimpi sekolah di Harvard, mereka sibuk di Lab dan bermimpi masuk FT UI “sajah”].

 

Ini yang membuat saya bangga dan sedikit bernafas lega, si limbah setan itu berhasil dimusnahkan. Sebenernya sudah ada seorang Bapak dari bandung, yang menjadikan Styrofoam untuk bahan bangunan, meski penelitiannya kedengarannya hanya setengah-setengah saja, soalnya berita dia ketutup dengan penutupan Namru-2 yang gak penting itu.

 

Kembali ke dua remaja itu, Vici dan Adriene.. saya angkat topi untuk kalian berdua. Sekali lagi, Indonesia kembali bersinar di kancah iptek internasional..

 

*sumpah, ini curhatan gak enak dibacanya!.. biarin yang penting gue happy!*

 

Koran Tempo, Senin, 28 April 2008

Ilmu dan Teknologi

Atasi Sampah dengan Sampah

Kulit jeruk bisa menghancurkan Styrofoam dalam waktu singkat.

  • Bidang ilmu: Ilmu Alam (Biologi)

    JAKARTA - Lain kali, jika sedang makan jeruk, perhatikan kulit jeruk sebelum Anda melemparkannya ke tong sampah. Dengan kulit jeruk itulah dua anak bangsa berhasil menggondol medali perak pada Olimpiade Proyek Lingkungan Internasional Eropa-Asia Ke-2 (INEPO Euroasia), yang dilangsungkan di Baku, Azerbaijan, pada 1-6 April lalu. Mereka membuktikan bahwa kulit jeruk bisa menjadi solusi brilian bagi masalah lingkungan.

    Adrienne Trinovia Sulistyo dan Vici Riyani Tedja, siswi grade XII IPA SMU Santa Laurensia, Alam Sutra, Tangerang, berhasil mengharumkan nama bangsa lewat proyek penelitian mereka yang berjudul "Pengolahan Limbah Styrofoam Melalui Proses Kimiawi Sulfonasi dan Proses Biologi Tradisional dengan Ekstrak Kulit Jeruk".

    Ringkasnya, penelitian mereka berhasil membuktikan bahwa kulit jeruk dapat dimanfaatkan untuk menghancurkan sampah dari bahan Styrofoam. Hebatnya, ini bisa dilakukan tanpa teknologi yang rumit.

    Kedua siswi ini juga menemukan cara lain untuk mengolah Styrofoam menjadi materi yang lebih mudah diurai alam lewat proses sulfonasi. Dengan cara kedua ini, Styrofoam diubah menjadi serbuk polimer sodium polystyrene sulphonate (PSSNa).

    Penelitian kedua gadis 17 tahun itu berawal dari keprihatinan mereka melihat masih maraknya penggunaan polystyrene, yang lebih populer di masyarakat umum sebagai Styrofoam, untuk membungkus barang dan makanan serta produk lainnya. "Repotnya, setelah selesai digunakan, polystyrene itu dibuang, jadi sampah," kata Vici.

    Pengamatan Adrienne dan Vici terhadap beberapa rumah makan dan perusahaan pembungkus makanan di Jakarta dan Yogyakarta menemukan bahwa pemakaian kemasan makanan dari Styrofoam bisa mencapai ratusan kotak tiap hari. Satu restoran saja bisa memiliki tumpukan Styrofoam sampai 120-130 meter kubik.

    Banyaknya sampah kemasan makanan ini menjadi masalah karena Styrofoam bukan barang yang bisa didaur ulang, seperti gelas, kertas, atau metal, yang dapat didaur ulang menjadi material mentah untuk dibuat kembali menjadi barang serupa. Yang tidak kalah penting, Styrofoam tidak bio-degradable atau tidak bisa hancur oleh mikroorganisme di udara dan di dalam tanah. "Styrofoam itu sampah bandel. Kalau dibuang, ia akan tetap seperti itu sampai jutaan tahun," katanya.

    Selama ini metode yang digunakan untuk mengurangi sampah Styrofoam adlah pembakaran lewat incinerator. Padahal pembakaran Styrofoam dapat menghasilkan gas karbon dioksida dan bahkan gas karbon monoksida yang sangat berbahaya bagi sistem pernapasan manusia. "Belum ada cara yang aman, efektif, dan mudah untuk memecahkan masalah menumpuknya sampah Styrofoam yang tidak bisa hancur tersebut," ujar Vici.

    Di bawah bimbingan tim guru dari Santa Laurensia, keduanya melakukan penjelajahan literatur, termasuk dari Internet, dan beberapa percobaan di laboratorium untuk melakukan pengujian. Temuan pertama mereka, ekstrak kulit jeruk ternyata dapat melumerkan Styrofoam karena kulit jeruk mengandung zat yang disebut d-limonene.

    Selama ini d-limonene, yang terdapat di hampir seluruh jenis jeruk, sudah sering dimanfaatkan sebagai cairan pembersih dan pelarut. D-limonene terbukti efektif menyingkirkan minyak, oli, gemuk, lilin parafin, dan lainnya. "Tapi pemanfaatannya sebagai pelarut sampah bahan polystyrene belum pernah ada," kata Adrienne.

    Dalam percobaan mereka, Vici dan Adrienne menghaluskan kulit jeruk dalam blender dan memerasnya untuk mengeluarkan ekstrak yang mengandung d-limonene. Cairan ekstrak kulit jeruk ini dipakai untuk merendam Styrofoam yang sudah dipotong kecil-kecil sepanjang 3 sentimeter. Selama perendaman, potongan Styrofoam terus diaduk. "Hasilnya, potongan Styrofoam perlahan mengecil sampai akhirnya lumer dan air ekstrak menjadi kental," ujar Adrienne.

    Pada saat lumer itulah Styrofoam aman dibuang dan dapat diurai oleh mikroorganisme tanah atau udara karena sudah berada dalam kondisi molekul rendah. Penggunaan ekstrak kulit jeruk juga tidak menyebabkan polusi bagi lingkungan karena berasal dari sumber alami. "Kulit jeruk yang sebenarnya termasuk sampah juga mudah didapat karena merupakan by-product atau produk sampingan dari industri atau konsumsi jeruk," katanya. "Jadi kita mengatasi sampah dengan sampah."

    Kedua gadis ini juga mengembangkan cara lain untuk menghancurkan sampah Styrofoam, yaitu memakai proses kimiawi. Dalam proses yang disebut sulfonasi ini, Styrofoam yang sudah dipotong-potong dicampur dengan klorofom dan asam sulfur. Campuran ini didiamkan selama dua jam dalam suhu 45 derajat Celsius sampai berubah menjadi larutan PSSNa. Lewat proses pemisahan dan netralisasi memakai sodium hidroksida (NaOH), larutan ini akan menghasilkan serbuk polimer setelah dikeringkan.

    Walaupun lebih rumit, metode pengolahan Styrofoam secara kimiawi ini bukan hanya agar aman dibuang, tapi juga menghasilkan produk dengan nilai tambah yang tinggi. "Serbuk polimer PSSNa yang dihasilkan bisa digunakan sebagai bahan super-plastifier dalam industri semen, sebagai bahan polimer dalam pemrosesan air bersih, dan lainnya," kata Adrienne.

    Dengan kedua ide brilian ini, pantaslah mereka menjadi juara. amal ihsan

    koran

  • 37 CommentsChronological   Reverse   Threaded
    lenakei wrote on Apr 28
    berita Namru penting juga loh ri, siapa tahu yang nyebarin flu burung itu laboratorium Namru ....tahu sendirilah Amerika
    johaneskris wrote on Apr 28
    tumben ada berita bagus soal Indonesia...
    widaperret wrote on Apr 28
    gimana ngancurinnya Rie :):)
    styrofoam kan emang susah musnahnya.
    remangsenja wrote on Apr 28
    lenakei said
    berita Namru penting juga loh ri, siapa tahu yang nyebarin flu burung itu laboratorium Namru ....tahu sendirilah Amerika
    aduh, jangan terlalu naif deh.. amerika gak segitunya.. hahahahaha.. tapi emang harus ditinjau kembali sih, dan memang harus ditutup atauuu.. harus transparansi.. tapi kenapa sekarang gembor2nya.... ibu menteri pula.. hehehe.. panjang ah len.. kalok di sini.. :D
    remangsenja wrote on Apr 28
    tumben ada berita bagus soal Indonesia...
    hihihi... pesimis sekalii.. ada dong..ini salah satunya :D
    remangsenja wrote on Apr 28
    gimana ngancurinnya Rie :):)
    styrofoam kan emang susah musnahnya.
    pake kulit JERUK!!! HEBAT KAN!!
    zianra wrote on Apr 28
    Anak Muda Indonesia mengharumkan bangsanya...tp di buat bau lg sama yg tua2...alias korupsi...huh...
    sisiliapa wrote on Apr 28
    gue bacanya gak kelar keberondong kerjaan, jd gak ngeh kalo ini anak indo yg bikin...hihihi...baca selengkapnya deh, padahal nih koran gue bolak balik aja dari tadi
    myshant wrote on Apr 28
    anak indonesia emang pinter pinter lho ....
    anakku anak indonesia ...jadi ??
    hihihi ..sumpah ini jg gak penting mbak Arie :))
    cabekriting wrote on Apr 28
    kenapa bukan gue yang nemuin itu ya...*padahal dulu gak mimpi jadi seleb...masuk Harvard seh iya....* hahahahhahaha
    remangsenja wrote on Apr 28
    zianra said
    Anak Muda Indonesia mengharumkan bangsanya...tp di buat bau lg sama yg tua2...alias korupsi...huh...
    hahaha.. apalagi sama yang udah tua mau jadi presiden.. itu tu.. yang terkenal dengan kalimat... "atas petunjuk bapak presiden" hahahaha
    remangsenja wrote on Apr 28
    baca selengkapnya deh, padahal nih koran gue bolak balik aja dari tadi
    iiy.. kamyuu...
    remangsenja wrote on Apr 28
    myshant said
    anakku anak indonesia ...jadi ??
    hihihi ..sumpah ini jg gak penting mbak Arie :))
    mas Iyog PINTARRRRRR!! mboso jowo nya ajah.. kalah sama ibuknya hihihihihi....
    Mas Iyog udah pintar ganteng lagi hehehehe, sayang nayaka cowok.. hahaha, anak kedua deh.. niatin cewek
    remangsenja wrote on Apr 28
    kenapa bukan gue yang nemuin itu ya...*padahal dulu gak mimpi jadi seleb...masuk Harvard seh iya....* hahahahhahaha
    iya ... kenapa sih kok bukan kamu?? malah jadi bankir hihihhih... *bok bok.. kredit rumah dong!* hahahahahaha
    tiaraaurora wrote on Apr 28
    saya angkat topi untuk kalian berdua
    emang lo pake topi rie.....:D
    tiaraaurora wrote on Apr 28
    si lembah setan itu berhasil dimusnahkan
    mak lampir ama kuntilanak jg musnah donk rie yee....*kabur ach...
    remangsenja wrote on Apr 28
    mak lampir ama kuntilanak jg musnah donk rie yee....*kabur ach...
    wah.. itu belom Tir... buktinya masih iseng di MP or YM gue HAHAHAHAHAHAHAHA
    lenakei wrote on Apr 28, edited on Apr 28
    aduh, jangan terlalu naif deh.. amerika gak segitunya.. hahahahaha.. tapi emang harus ditinjau kembali sih, dan memang harus ditutup atauuu.. harus transparansi.. tapi kenapa sekarang gembor2nya.... ibu menteri pula.. hehehe.. panjang ah len.. kalok di sini.. :D
    justru karena gue enggak naif ri, fakta membuktikan siapa sih biang keladi kerusakan dunia sekarang ini, mulai dari global warming sampai krisis pangan ... sudah terlalu sering kebohongan AS terungkap, Indonesia ajah yang bodoh dan buat ... c'mon you are a journalist ...
    remangsenja wrote on Apr 28
    lenakei said
    c'mon you are a journalist ...
    hihihihihihi.....
    lenakei wrote on Apr 28
    hihihihihihi.....
    hihihi juga, kasian yah indonesia ...
    chaerani wrote on Apr 28
    mau dong link ke artikelnya.. ini menarik sekali!
    remangsenja wrote on Apr 28
    mau dong link ke artikelnya.. ini menarik sekali!
    sisiill.. gimana caranya mengutip IPTEK koran.. :D entar deh.. aku cariin ya
    remangsenja wrote on Apr 28
    Dah tuh!!! lengkap ama artikelnya..
    menurutku ini penting!! ngurangin limbah!!! lebih penting karena bisa menyelamatkan banyak nyawa..
    jasminemysunshine wrote on Apr 28
    Ayo ayo... Siapa yg selanjutnya mau nemuin cara mengolah limbah plastik.. (& diapers..) spy lbh mudah diurai alam.. ;-)
    remangsenja wrote on Apr 28
    Ayo ayo... Siapa yg selanjutnya mau nemuin cara mengolah limbah plastik.. (& diapers..) spy lbh mudah diurai alam.. ;-)
    ayo ibu2.. sapa tau anak2kita kelak hehehehe...
    btw.. diapers udah ada yang envi friendly... tapi harganya masya allaaaa... muahal bangettt!!!!..
    jasminemysunshine wrote on Apr 28
    diapers udah ada yang envi friendly... tapi harganya masya allaaaa... muahal bangettt!!!!..
    Emang udah ada di Indo?? Kapan ya ada yg harganya terjangkau..?
    Yg gue pernah baca, salah satu artis Holiwud (sapa yah, gu lupa, Gwyneth, or Julia Roberts, or sapa gitu), pakein anaknya diapers yg envi friendly.
    remangsenja wrote on Apr 28
    Emang udah ada di Indo?? Kapan ya ada yg harganya terjangkau..?
    masih Import, tapi itu hanya di satu toko doang, dan jarang ada... sumpah mati harganya maaahaaaaal.....
    rieska wrote on Apr 28
    Alhamdulillah... aku senang bacanya..
    chaerani wrote on Apr 28
    diapers aku skrg pake popok kain..
    akuhanif wrote on Apr 28
    [sementara anak-anak lain sibuk main sinetron tapi bermimpi sekolah di Harvard, mereka sibuk di Lab dan bermimpi masuk FT UI “sajah”].
    hahahahahahah ketauan suka nonton gosip juga hahahahaha. eniwei, emang salut bener sama anak2 yang beginian *berharap ada scientist idol di tipi*
    oetjipop wrote on Apr 28
    TFS yaaaaaaaaaaaaaa

    yg ga demen juga makan pake wadah sterofoam...
    remangsenja wrote on Apr 29
    rieska said
    Alhamdulillah... aku senang bacanya..
    aku juga senang!!
    remangsenja wrote on Apr 29
    diapers aku skrg pake popok kain..
    iyaaa.. aku juga pake popok kain.. meskipun sekarang pake diapers juga.. :(.. abis belom jago potty training
    remangsenja wrote on Apr 29
    hahahahahahah ketauan suka nonton gosip juga hahahahaha. eniwei, emang salut bener sama anak2 yang beginian *berharap ada scientist idol di tipi*
    ya elah.. gak usah nonton gossip kalee.. wong dia udah masuk pokok tokoh juga sehari bersama di Majalah dan Koran Tempo hehehe...
    remangsenja wrote on Apr 29
    TFS yaaaaaaaaaaaaaa

    yg ga demen juga makan pake wadah sterofoam...
    sama2... aku juga menangis bombay kalok pesen Hokben Wadahnya Sterofom..
    flower2579 wrote on Apr 29
    tfs..
    remangsenja wrote on Apr 29
    tfs..
    u welcome
    Add a Comment
       
    © 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help