arie's posts with tag: friendster blog

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag friendster blog
Blog EntryDUT !!!.... PRETT!!!Feb 26, '08 3:46 AM
for everyone

Kalo ada laki-laki yang:

  1. Bisa mandiin anaknya
  2. nyuapin bayinya
  3. menyetrika baju
  4. mencuci baju
  5. berbenah rumah
  6. memasak
  7. mengajak main bayinya

everybody claps your hand: “Bravo….Bravo…Good Daddy! Such a Man!!!”

 

Kalo ada laki-laki yang:

  1. Nyupirin pasangan tiap saat. Bermacet-macetan
  2. ganti oli
  3. ganti ban
  4. nyuci mobil
  5. ke bengkel
  6. ngurusin asuransi mobil

everybody stand up: “it’s your job man!”

 

Kalo ada laki-laki yang:

  1. Belanja bulanan rumah
  2. Belanja harian di tukang sayur
  3. Mengelola menu keluarga dan si anak
  4. Bayar telepon
  5. Bayar listrik
  6. Bayar iuran RT
  7. Bayar Tukang sampah dan hansip
  8. Bayar sekolah anak-anaknya
  9. Beli baju anak-anaknya

 

Everybody said: “oh c’moon where the hell is your wife”

 

 

sementara kalo perempuan yang:

 

  1. Bisa mandiin anaknya
  2. nyuapin bayinya
  3. menyetrika baju
  4. mencuci baju
  5. berbenah rumah
  6. memasak
  7. mengajak main bayinya
  8. Nyupirin pasangan tiap saat. Bermacet-macetan
  9. ganti oli
  10. ganti ban
  11. nyuci mobil
  12. ke bengkel
  13. ngurusin asuransi mobil
  14. Belanja bulanan rumah
  15. Belanja harian di tukang sayur
  16. Mengelola menu keluarga dan si anak
  17. Bayar telepon
  18. Bayar listrik
  19. Bayar iuran RT
  20. Bayar Tukang sampah dan hansip
  21. Bayar sekolah anak-anaknya
  22. Beli Baju anak-anaknya

 

 

 

Everybody Shout:

“It’s your Job!!”

“It’s you as a woman to help your man!!!”

“ Lu perempuan gak tau diri banget sih, gak bantuin lakilu. Laki lu tuh kerja keras. Banting tulang pulang malem, dimarahin bosnya. Lu W A J I B dong bantuin lakilu.”

“Eh, di Jakarta hidup gak gretong, mbok yah sono ikutan bantuin lakilu…kerja apa kek, buka warung kek, tukang masak kek, pembantu kek, suster jompo kek, atau sekalian pelacur kek, bantuin tuh laki lu. Kagak kesian apa ama laki lu? Liat tuh muka nya kucel. Abis dimarahin ama bosnya!! Bantuin Gih, perempuan gak guna banget!!!”

 

 

 

 

 

HOOOOEEKKK……CCUUUUIIIIH!!!! KAMPRET!

 

 

 cuma sekedar postingan lawas di blog FS..


Linksolitaire.pandemoniumJun 15, '07 6:47 AM
for everyone

Blog Entrymenggugat iklan [ikon] ASIMay 14, '07 3:15 AM
for everyone

Baru-baru ini, ada iklan ASI ekslusif dan gak tanggung-tanggung bintang iklannya adalah ibu negara dan ibu menteri kesehatan. Beberapa bulan lalu, 2 produsen terbesar untuk ibu menyusui prenagen dan nutricia menobatkan artis-artis untuk menjadi duta ASI. Diantaranya Dian Nitami dan Mona Ratuliu sebagai duta ASI. Untuk Nutricia, produsen  menggaet Arzeti Bilbina sebagai dutanya.

Sepintas gak ada masalah dengan iklan-iklan tersebut. Tapi coba deh kita renungkan baik2. Ibu negara Ani Yudhoyono dan Ibu Siti Fadillah di layar kaca tampak sangat serius menyerukan ASI ekslusif 6 bulan pada ibu-ibu menyusui. It’s good!! Gw setuju banget, emang harus itu!! Tapi, ibu Ani Yudhoyono yang terhormat, gimana bisa kami para perempuan menyusui ekslusif 6 bulan. Kami para buruh, minta cuti mensturasi saja susahnyaaa minta ampun, sampai dimintain pembuktian segala!! Belum lagi cuti hamil. Bu, ibu tahu tidak, kami para buruh, kalau mau cuti hamil kadang gaji hanya dibayarkan separohnya. Belum genap tiga bulan, kami dipaksa masuk kalau tidak kami akan diancam akan dipecat secara sepihak [dianggap mengundurkan diri sukarela] tanpa dibayarkan pesangonnya. Ibu Negara yang terhormat tau tidak??? Sebenarnya Iklan ini mau membidik ibu-ibu yang mana??

Gak usah para buruh wanita, gw aja yang bukan buruh pabrik merasa gak cukup dengan cuti 3 bulan. Memang di beberapa perusahaan atau lembaga atau kedutaan mereka memberikan hak cuti melahirkan 6 bulan dan tetep digaji penuh. Tapi ada juga perusahaan kayak gw yang “mengikuti aturan pemerintah Indonesia” tapi [sebagai perusahaan internasional] tutup mata dengan peraturan internasional WHO tentang ASI ekslusif.

Jadi, jangan asal gembar-gembor pemberian ASI ekslusif wajib hukumnya, tapi BOJO-mu ndak ikut mendukung dengan tidak merubah cuti hamil jadi 6 bulan!!!

Iklan kedua penunjukkan duta ASI. Ini bukan iri bukan sirik, secara mereka ARtis..yah apa boleh buat. Gw setuju banget dengan duta ASI yang ditunjuk Prenagen. Dian Nitami dan Mona Ratulliu. Gw tau Dian Nitami bener2 concern banget ngurus anaknya, baru beberapa bulan dia muncul setelah jadi duta mary Claire untuk pelangsingan badan. Tapi gw lebih sreg banget dengan Mona Ratuliu. Dia bener2 ngurus anak, nyusuin anaknya hampir 2 taun. Coba deh perhatiin, baru 2 tahun kemudian dia muncul main sinteron [gw lupa judulnya, karena emang gak pernah nonton] yg dia jadi perempuan polio [gw taunya dari iklan sinetronnya].

Tapii..Arzeti Bilbinaaa….enggak bangeeed dehhh!!! Gw bukannya iri sama dia. Gak ada hubungan apa2 aja iri. Cuma, gw kecewa aja dengan dia sebagai ikon. Gak pantes. Dan menurut gw Nutricia gak pantes deh bikin ikon ASI..iya Nutricia memang membuat produk minuman ibu menyusui dan ibu hamil. Tapi, nutricia ini juga memproduksi susu bayi salah satunya Nutrilon. It’s ok dengan itu. Jualan kok. But, you know what…susu nutrilon adalah salah satu [mungkin yang paling pertama] produk yang getoool bangettt masukin susunya ke RS.bersalin atau RSU yang punya klinik bersalinnya. Temen yandhrie, lahiran di RSIA yang terkenal banget di Jakarta Barat, bayinya selama di Rumah Sakit itu sudah diberi susu Nutrilion. Dan konyolnya lagi pemberian susu nutrilon tergantung dengan kelas si ibu. Kalo di VIP diberi Nutrilon Platinum, kalo di klas I or II Nutrilon Royal, kelas III Nutrilon Gold or just Nutrilon 1.

Ada juga RSIA “H” yang ada di jatinegara dan di depok. Di depok, sepupu gw bayinya juga diberi nutrilon dan dia di kelas II jadi dapetnya Nutrilon Royal.

Teman gw satu lagi di RSIA di Bekasi, di RSnya, si bayi dah dikasih formula nutrilon. Alasannya dia abis operasi cesar anaknya kasian haus. [please deh, bayi bisa bertahan 2 hari tanpa susu ibunya]

Gak usah jauh2…gw aja. Alhamdulillah banget RS gw YPK adalah RS pro ASI. Dokter kandungan, suster, Dokter Anak sangat galak menyuruh ibunya memberikan ASI. Tapi dooh, yang namanya sales susu formula tauu aja cari selah nya. Mereka minta no.telp pasien yg  baru melahirkan dengan dalih mau memberikan souvenir. Ternyata mereka memberikan pamphlet susu formula untuk bayi gw. Halus memang.

Back to Nutrilon, nutricia dan Arzetti. Ketiganya bagi gw telah melakukan “kebohongan publik”. Nutricia memang kapitalis yang memang cuma cari untung. Di satu kaki mereka memproduksi minuman nutrisi untuk ibu, di kaki lainnya yaa buat si bayi alias susu formula

Arzetti. Semua orang tau dia model. Gw pernah liat iklan ikonnya dia yang sayangnya di majalah ayah bunda. Dia cerita bagaimana dia ingin mengikuti jejak ibunya memberikan ASI kepada 7 anaknya.  Find. Di iklannya bilang kurang lebih sebagai model dia harus menjaga bentuk tubuhnya, dengan memberikan ASI dapat melangsingkan kembali. It’s true, keuntungan ASI adalah mengembalikan bentuk tubuh ibu ke berat semula lebih cepat. But, YELOOOWW, Arzetti itu kan iconnya Marie France Bukannnn????? Lo mau ketipu dengan ucapannya??? Please deh.

Kenapa sih? Ikon nya harus mereka para ARTIS yang sebenernya bisaaaaa banged mau kasih ASI ekslusif. Mereka punya waktu yang lebih fleksible. Gak maen sinetron, gak ngemsi, gak jalan di catwalk setaon or dua taon gak bakal mengurangi pundi2 mereka.

Kenapa Ikonnya gak mbak2 tukang sayur  yang  membawa anaknya berjualan dan disusui setiap saat, panas terik berteduh di pohon. Atau buruh pabrik yang ngumpet2 memeras ASI di kamar mandi yang sanitasinya kurang terawat atau karyawati kantoran yang memeras ASI di toilet sambil digedor2 orang lain mau pipis??? Kenapa gak mereka??? Mereka seharusnya yang menjadi ikon ASI. Di tengah kesulitan dan mengatur waktu agar bisa memberikan HAK anak merak atas ASI, mereka bisa. Semestinya mereka yang menjadi ikon ASI…para perempuan tangguh!!!


Blog Entrynayaka magani bibisanaMay 14, '07 2:27 AM
for everyone

Adorable and wise leader. Itu artinya. Di ambil dari bahasa Sanskrit. Nayaka sendiri dalam Budha juga berarti pemimpin. Kalau cari di google atau di wikipedia nayaka adalah nama dinasti.

Gw dan Yandhrie gak muluk2 milih nama nayaka. Gak mengharapkan kalo besar dia nanti jadi pemimpin Negara, ikut2an bikin partai trus pemilu yang nantinya membawa dia ke tampuk kekuasaan. Tidak!!

Juga kami gak muluk2 dan berharap dia jadi tampuk pimpinan di BUMN yang sarat dengan korupsi. Tidak!! Apalagi jadi pemimpin orkes dangdut dengan julukan satria bergitar yang mempunyai sebelas istri!! Tidak!

Kami berharap dia bisa memimpin dirinya baik2. Membawa dirinya baik2 ditengah persaingan global pada saat dia beranjak dewasa dan di usia matang. Tahan banting, tetap bijaksana dalam mengambil keputusan dan menjadi sosok yang menyenangkan pada saat menghadapi carut marut keputusannya. Kami berharap dia bersahabat dengan siapa saja tanpa memandang status, berharap dia bernas, cerdas dan haus akan ilmu pengetahuan. Yang itu semua membuatnya menjadi bijak. Tidak menikam punggung teman, sahabat dan orang tua. Menjadi bahu di kala sahabat butuh tempat bersandar. Membuat orang lain bergembira dan bahagia di tengah keberadaannya.  Pada saat usia kami menua, kami berharap dia bisa menjadi pemimpin dalam rumah tangganya [apabila ia memutuskan untuk berumah tangga]..membimbing istri dan anak2nya.

Kami hanya berharap dan berdoa. Nayaka adalah dirinya sendiri. Jiwa yang merdeka. Dia bukan Junior kami [karena itu kami tidak pernah memanggilnya Junior] karena kami bukan senior. Maka dari itu, namanya bukan rekayasa antara nama ayah dan ibunya. Kami hanya ayah dan ibunya yang dititipkan oleh Yang Maha Kuasa untuk membesarkan dan membimbingnya menjadi manusia yang bermanfaat.

Kami orang tuanya yang terus berada di belakangnya, menjadi sahabatnya,sekaligus lawan berargumentasinya. Kami hanya orang tua tempat ia mengadu, tempat ia ingin dipeluk, tempat ia tertawa di kala dia sedih, tempat ia menangis di kala dia sedang berbahagia.

Nayaka Magani Bibisana..selamat datang di dunia nak..


Blog Entrypertama tau hamilMay 14, '07 2:13 AM
for everyone

ini juga...sebuah tulisan yang udah lawas. [www.hujanalina.blogspot.com]  abis, bloggernya oon. sebenernya gw nya yg oon jd gak bisa mengexplore blogger hehehe. jadilah ku copy paste ke sini. ceritanya waktu pertama hamil dulu...lucu aja. kami memang gak pernah menunda hamil, jadi waktu aku hamil yaa gak nyangka aja bisa secepat itu..hehehe.

~~~~~~~~~~~~~~~one year ago~~~~~~~~~~~~~~~

Setelah momen yg mendebarkan itu…waktu yang ditunggu-tunggu oleh setiap perempuan [enggak tau deh, para pria menunggu “waktu” itu atau terpaksa], akhirnya…Gue Hamil.

Sebenernya siih, gw Cuma “kosong” sebulan. Masih inget waktu tanggal 25-nya gw ternyata mens waktu mau luluran??? Naah, pas dirias sama perias gw, dia tau kalo gw dah hari ke-3 dapet. Dia bilang: “wah, langsung nih mbak..” hehehe, gw yg ditanya gitu cuma bisa nyengir doang. Gak cuma ibu ning yang bilang begitu, semua orang [terutama yang ibu-ibu] pada bilang sama: “langsung yah mbak?” , gw jawab aja AMIIINNN…

Gak lama setelah liburan menikah, gw langsung cabut ke Papua buat liputan. Waktu itu gak ada special case sih di Papua, baru awal-awal pemblokiran jalan ke Freeport. Abis gimana dong yah..ke Papua apalagi media asing, pasti langsung dicurigai punya agenda tertentu yaitu mendukung papua untuk merdeka. Apalah itu, yg pasti gw punya pendapat sendiri untuk hal ini.

Sampai di Timika hari kedua, tiba-tiba badan gw meriang. Meriaaaang banget. Memang di Timika waktu itu lagi musim2nya hujan dan cuaca mendung. Tapi gw merasa itu bukan meriang kena hujan, seperti meriang mau mens. Tanggal2 segitu memang adalah tanggal gw mens, cuma kok gak mens-mens. Untuk jaga-jaga gw yg tiap hari pakai pembalut.

Paling sebel sih kalo lagi liputan ke luar kota terus yang lagi ‘dapet’ gitu. Kalo liputannya cuma sebatas liputan summit ala deplu yg di hotel2 mah hayu aja, lah ini liputan lapangan je. Jadi inget liputan tsunami Aceh pas gw lagi hebah2nya dapet. Duuuh, sengsara banget. Liputan di Timika gak jauh beda, tau2 ada perang suku di daerah Kwamki Lama. Lagi asiknya nyruput es kelapa [yg harganya mahal banget 12rebu], tau-tau gw ditarik sama supir gw suruh naik mobil. Bener ditarik alias diseret alias kaki gw tuh yang sreeetttt di aspal. Emang gw denger teriakan-teriakan khas, tapi mana tau kalo itu ternyata teriakan ajakan perang?? Untung perangnya hanya sampai jam 3 pagi hehehe [sayangnya, perang itu berlanjut beberapa bulan kemudian yah…]

Lalu, liputan ke Jayapura. Liputannya hanya sekedar wawancara penguasa setempat sih dan beberapa tokoh OPM yang “aman” di jayapura. Lah, kok dilalahnya demonstrasi yang aman2 aja tau2 berubah jadi rebut?? Gw sampe ngibrit lari-lari menghindar dari batu-batu. Itu bibit2 awal demonstrasi berdarah seminggu berikutnya. Setelah dari Jayapura, cabutlah ke Wamena. Rencananya di Wamena kita hanya sight seeing aja. Salah satunya ke danau air asin..mau tau caranya ke danau air asin?? Mendaki!!! Gw gak kuat boo! Cuma tahan ¾ perjalanan aja gw dah tepar. Hasilnya bos gw yang sporty itu berangkat ke sana. Hampir satu jam gw nunggu, dia turun dengan peluh. Dan dia bilang medannya berat banget, gw gak bakal kuat ke sana. Baguslah, tau gitu dari tadi gw nunggu di kesusteran.

Malemnya di Wamena gw cari makan. Belum malem2 amat sih, maghrib lah. Ada satu truk isinya TNI baru turun. Seragam mereka masih bagus-bagus dan masih muda-muda. Salah satu diantara mereka masuk ke warung sate bareng gw. Dia langsung nanya-nanya gw.

“dari mana mbak asalnya?”
“dari jawa”
“Mahasiswa yah?” [senengnya dipanggil mahasiswa, berarti gw masih muda dooong.., rujukannya bukan untuk mahasiswa S2 yg udah uzur gw yakin]
“Iya..situ tentara yah?”
“Ya iyalah…ngapain ke daerah terpencil gini mbak?”
“Lagi ..[gw sempet mikir jawabannya, biar kaliatan scholar jawabannya penelitian, tapi pasti nntar merembet pertanyaannya.]..nengokin sodara dah lama gak ditengokin.”
“o iya? Ada sodara di sini yah? Kerja apa? Tinggal dimana?? Jawanya darimana mbak?” [Nah loh panjang juga]
“Mas dari mana?”
“dari solo mbak..”
“dijadiin non organik?”
“iya, setaun tugasnya..baru pertama kali ditugasin mbak. Saya masih hijau banget. ”
saya mengangguk-angguk dan melihat ke arah lengannya. Baru strip merah satu. Taksiran umurnya gak masih awal 20-an bisa jadi 18. Gak berapa lama sate saya jadi. Sebelum dia nanya nama dan nomor telepon, gw langsung cabut aja.
“Yuk, duluan..”
“Ya mbak.”
Gw ngeliat ada seraut wajah kecewa sih di mukanya. Kayaknya dia emang pengen banget punya temen ngobrol.

Belum sampai ke mobil, gw pas-pasan sama tiga polisi yg off duty tapi masih pake seragam. Mereka orang asli. Sekilas gw nyium bau bir dari mulut mereka. Ketiganya menatap gw dari atas ke bawah. Gw bales natap mereka dan mencari nama mereka. Lalu segera melengos waktu salah satu diantara mereka maju ke arah gw. Dua yang lainnya masuk ke warung sate. Cepet-cepet gw nyebrang jalan menuju warung padang buat beli nasi dan lauk lainnya. Lagi mau jalan ke mobil sekitar 100m, tau-tau dar der dor, lampu langsung mati. Gw ditarik sama prajurit TNI masuk ke parit kering depan warung padang. Ada kali 5 m. duhh!! Untung gw gak papa. “berlindung mbak, ada polisi ngamuk.” Hah???


Usut punya usut, ketiga polisi itu masuk ke warung sate dan minta uang. Dilerai oleh prajurit TNI yg ngobrol sama gw dan mereka gak terima. Berantemlah mereka, si polisi mencabut pistol dan meletuskan ke atas kena starvo listrik, gelap gulita lah pasar. Dan sama TNI dipukul..yah terus pukul-pukulan dan tembakan lagi. Nasib “temen” TNI gw? Gak tau deh..

Sesampai di penginapan gereja, gw sama babe gw yang ketakutan gitu. Apalagi sampai jam 9 malam masih terdengar tembakan dan sirene serta suara motor. Dooh!! Wamena itukan kota kecil bo. Serem kaleee. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang besok. Padahal hari itu lagi ada acara komuni bersama gereja. Jemaat pada pulang ke jayapura dan kota2lainnya. Kita gak dapet pesawat!! Hasilnya, kita bayar 400ribu per orang [kalo pesawat resmi sekitar 300an] ikutan naik manunggal airlines. Pesawat kargo!.

OK, back to topic!! Sampai di Jayapura, duuh capek banget. Mana mesti nulis, terjemahin wawancara…Cuma istirahat 2 jam, besoknya kita pulang ke Jakarta. HAH!! Biarpun nih kota gak bermartabat dan gak nyaman, tapi I feel homey waktu menghirup udara polusi cengkareng.

Sampai di rumah, gw mikir, kok gak mens-mens yah? Masa telatnya jauh amat? Udah gitu di bawah perut rasanya sakiit banget. Besoknya pulang kantor, perut mules dan gw muntah-muntah, pussing banget. Bos gw nyuruh pulang cepet. Gw telpon temen, [mbak fairuz] tau-tau dia bilang: “jangan-jangan, lu hamil lagi. Periksa gih ke dokter.” HEH? Hamil? Waduh!! Kemarin abis kegiatan fisik kalo iya gw hamil gimana yah? Cepet-cepet aja, gw ke YPK. Bikin janji sama dr. Endy M. Moegny, katanya jam 7 ternyata jam 8.15 baru masuk. Bumi, suamiku untungnya bisa nemenin masuk. Abis tanya2 HPHT [Hari Pertama Haid Terakhir], si dokter nyuruh gw duduk di kursi USG. Celana dalem dah dibuka, dan vagina gw dimasukin kayak sedotan gede yg ternyata kamera. And….Tara…… “ibu hamil..lihat tuh, dah ada embrionya.” WAAAHHH…gw sama suami langsung liat-liatan dan ada kilatan haru dari mata Bumi. I’m a mom to be…


Blog Entry100 tahunMay 14, '07 1:28 AM
for everyone

Yang gw dan Yandhrie tunggu-tunggu akhirnya dateng juga. Kata dokter gw, Dr. Endy Moegni SpOG, estimasi lahir anak gw sekitar tanggal 5 november 2006. tapi waktu pemeriksaan terakhir, dia bilang kemungkinan sih minggu-minggu lebaran lahirnya. Gw mesti tau dong, doi stand by apa enggak kalo ternyata lahirnya pas lebaran. Dia jawabnya “insya allah.”

Sebenernya, gw dah ngerasain mules dari minggu ke tiga oktober, sekitar tanggal 17-an. Kalo kata buku siih itu namanya kontraksi palsu, jadi gw santai aja, meskipun mules gw tahan-tahanin gak cengeng. Rasanya boseen banget nunggu dia lahir. Pengen cepet-cepet brojol. Itu peruuuut rasanya gedeee banged. Yandhrie bilang gw bawa-bawa semangka.

Mules kayaknya dateng hampir tiap hari. Hingga waktu hari terakhir puasa [versi pemerintah yah, itu tgl 23 okt. pagi]. Kakak gw dah pada dateng nih, tinggal kakak gw yg pertama masih di mertuanya. Gw dibangunin sahur sama suami, gw bilang males ah, secara gw dah mulesss banget dari jam 2 pagi. Jam 4 pagi, gak tahan gw mulesnya. gw pipis. Gw bilang sama anak gw: “nak..kalo kamu mau keluar kasih tanda ke ibu yah..” gak taunya pas waktu mau nyiram, gak taunya flek darah dah keluar. Gw panggil suami dan nyokap gw. Yak, it’s time!

Berangkatlah gw, Yandhrie, bokap and nyokap ke YPK. Nyampe YPK sekitar jam 5 lewat. Mau lahiran nih sus, gitu kata gw di depan ruang bersalin. Ya udah, gw suruh ganti baju. Kebetulan ada dokter endy, gw liat ada mobilnya. Kata suster dia lagi mengoperasi pasien. Hah..lega dong gw ditanganin dokter endy. Gw nunggu sambil jalan2 keliling YPK. Jam tujuhan, dateng dokter dandy [awalnya gw gak tau]. Trus dia memperkenalkan diri kalo dia anaknya dokter endy, dokter endy nya lagi pulang sebentar. Perut gw dah ditempelin elektroda untuk melihat detak jantung bayi dan frekuensi mules gw. Trus, sama suster gw diperiksa dalem.

Di ruang observasi. Masih bukaan satu. Tapi dokter dandy bilang secara detak jantung dan frekuensi mules dah teratur, dia mutusin untuk di induksi aja, biar cepet. Oiya, sebelum diinduksi, gw di “pompa” dulu biar bisa pup. Duh, rasanya gak enak banged. Setelah diinduksi dan berhasil pup, perut gw mulesss banget. Itu dah jam 12 deh, gw diperiksa dalem sama suster. “bub”, jari suster nya masuk. “Masih bukaan dua yah bu yah.” Heh? Masih bukaan dua?

Jam 3, para suster ganti shift. Gw diperiksa lagi. “masih bukaan dua yah bu.” Oh, my God! Gak beranjak juga. Gw liat di atas kepala gw ukuran bukaan. Bukaan dua itu masih keciil banget jaauuuuh dari bukaan 8 bahkan 10.

Jam…gak tau lupa, kayaknya sih menjelang malam. Gw dipindahin ke ruang bersalin. “emangnya dah bukaan berapa, sus?” dijawabnya, nanti mau diperiksa sama dokter endy. Perut gw ditempelin elektroda lagi..rasanya sesek banget. Gak berapa lama dokter endy dateng. Udah bukaan tiga ternyata. Mules gw dah yang hebat, dia mutusin untuk mempercepat kelahiran. Gw dipakein infus [gw gak tau namanya apa, tapi ini salah satu bentuk induksi via cairan] plus pereda rasa sakit. Dokter endy bilang, kalo lahir pas sholat ied, dia bilang gak bisa eksekusi, ada dokter yg stand by dokter Nadir Chan. Tapi setelah sholat ied, kemungkinan dokter dandy anaknya. Bagi gw siapa pun itu lah. Yang penting gw lahiran normal.

Abis dipasang infuse, ternyata sakiiiiiittt banget boo!! Gw sampai gak bisa makan, dan parahnya lagi, gw yang masih muntah2. yang gw inget adalah malam itu berjalan lambaaaat banget. Terutama jam 2 sampai jam 3 pagi. Bagi gw itu puncak2nya mules gw. Sampai gw manggil suster untuk meriksa perut gw. Susternya dengan sabar meriksa gw lagi. Emang frekuensi mules dah tinggi banget dan sering, tapi itu masih bukaan 5.

Jam 4 pagi..masih bukaan lima. Duh nak, keluar dong nak, jangan pernah takut dengan dunia baru mu. Ayah sama ibu akan mendampingimu sayang. Itu bisikan gw buat anak gw, berulang-ulang.

Jam 6 pagi, suster ganti shift. Gw dipompa lagi untuk bisa pup. Udah bukaan 6. dan dibilang sama suster jangan ngeden dulu yah, kalo enggak nanti bengkak. Tapi gimana gak mau ngeden, barusan gw dipompa untuk bisa pup, lah pup kan perlu ngeden!

Jam 8 pagi [might be, gw dah lupa] dokter endy dateng lagi. Gw denger dari Yandhrie, dia dateng bersama keluarganya. Dokter endy periksa lagi. Masih bukaan 6. gw diberi suntikan perangsang lagi…Rasa sakitnya menjadi-jadi. Gw cuma bisa mengaduh aja.

Jam 10 pagi. Gw merasa dah sakiiiit banget. Aduh an gw tuh dah paling sakit banget. Yandhrie gw suruh panggil suster. Awalnya dia gak mau, dia bilang jangan manja deh, paling masih bukaan 6 juga. Udah tahan aja. Gw gak mau. Akhirnya gw pukul dia nyuruh panggil suster dan kali ini gw menangis…gw dah gak tahan mulesnya. mungkin karena gak tega, dia beranjak juga mencet bel lagi. Bener sih, susternya dateng meski dengan sabar tapi sempet bilang, “kenapa lagi bu?” Duh, gak tau yah, gw dah diberi perangsang tiga kali tapi gak keluar2. sakit tau.

Jam 10.15 suster periksa dalem. Dan Prot!! Air ketuban gw pecah kena baju nya dia. Bukaan 8. Akhirnya “keributan” itu tiba, para suster menyiapkan persalinan gw. Suster anak menyiapkan baju, selimut, dan topi bayi. Suster mencukur daerah V gw, menyiram dengan antiseptic. Seorang suster membawa teh manis buat gw, gw disuruh minum biar ada tenaga.

Dateng dokter Dandy menggantikan ayahnya, tepat bukaan 9.sebelumnya ada “keributan” lain. Para suster shift ini gak tau kalo dokter dandy yang akan menolong persalinan gw. Mereka yang pada ribut waktu si dokter dateng. Maklum, he is so young dan menurut pendapat mereka si dokter ini ganteng. Para suster bergunjing di ruang persalinan gw, sementara dokter bersiap. “Eh, udah lebaran belom sama dia?” kata salah satu suster. “Udah sih, tapi belum cipika cipiki.” Jawab temennya. Sementara di luar para suster setengah berteriak, “Aduh iteman nih dokter, abis nyelem di Alor. Tapi tambah ganteng kok.” Oh No!!! please help me, gw dah kesakitan, entar aja deh ngomentarin kegantengan si dokter. Jengkel gw!!

Finally, dokter dandy dateng..”Halo ibu, duh lama banget yah dari kemarin subuh. Sabar yah.” Ehm…kali ini gw perhatiin dia, bener juga lumayan ganteng dan kerena dia ganteng, kalo gak ganteng dah gw semprot kali. Gw cuma bisa senyum. Sakit tau!! nunggu nya berasa 100 tahun!!

Dari bukaan 9 ke 10 mestinya dah lancer. Ayo ibu ngeden!! Tarik nafas, lepas lagi. Jangan di leher nafasnya. Ayo bu, ibu bisa. Ngedennya pas mules… begitu instruksi dokter dan susternya. Dua orang suster mendorong perut gw dari atas. Oh, God!! Ayo ibu..ngeden lagi..ikuti saya: satu dua tiga..Dorong!!, kata dokter

hah!! Anak gw kok gak keluar2?

“Saya gunting yah.” Gw liat dokter menyuntikkan sesuatu ke Vagina gw dua kali, perangsang sekaligus penahan sakit waktu digunting antara Vagina dan anus gw. It’s call epistomi.

“ayo, sekali lagi..satu dua tiga. Dorong!!” gak keluar juga.

“Siapin vakum!! Ibu kalo bisa ngeden lagi anaknya gak saya vakum.” Oh, baby..jadi ini salah ibu gak bisa ngeden maksimal jadi kamu harus divakum.

“saya mau ngeden dok..”

“ ayo..satu dua tiga…” gak luar juga.

“Suster, jantung chek!!”

No heart beating… “ya allah, kelilit!” dokter dandy setengah teriak.

“Eh, melintang lagi..”

Ya, ampun anakku kelilit, melintang…dalam hati: Tuhan, jangan biarkan saya dioperasi..jangan biarkan saya dioperasi, sakitnya akan berkali kali lipat…uangnya juga, hehehe…

“Vakum!! Tekanan terendah. Ibu, waktu saya tarik, ibu bantu ngeden yah.” Gw cuma ngangguk.

“satu dua tiga.” Gw ngeden dan “Pop” gw merasa ada yang tertarik dari perut gw….

He was black, small, and looks like alien. Ditaro di dada gw dan dokter menggunting tali pusatnya. He turns into white..then red..then I call his name, “Nayaka..Nayaka, ini ibu nak, nangis nak..we should be a great team, remember? Ayo nangis nak.” Gw pegang tangannya yang mungil. Then, he cried!.

“dicium dulu dedenya,” begitu suster bilang, setelah gw cium dia ambil anak gw untuk dibersihkan. Dokter bilang lahir 10.58. cowok, berat 3.45 panjang 51cm. selamat yah ibu. Duh, saya gak denger jeritan sakitnya..hebat ibu.

Whatever lah dok, dalam hati gw. Setelah ngeluarin placenta, dokter mulai ngejahit V gw. Sambil mulai2 becanda. Tengah-tengah jahit. “Aduh, telpon saya, berdering, tolong suster.”

Dijawabnya: “kantong mana dok, kanan kiri apa depan?”. Oh, please..untung semua dah berlalu. Dari dalam ruang bersalin, gw denger Yandhrie bilang ke nyokap bokap anaknya dah lahir..dan kemudian lamat-lamat gw denger Yandhrie melafalkan Adzan..

And the new life begun..


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help