arie's posts with tag: pandemonium

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag pandemonium
Blog EntrySpontanious!!!Jul 16, '08 1:01 AM
for everyone

 

 

Karena sabtu kemarin saya harus nguli eh kerja… maka dari itu, keluarga kecil jadi gak bisa kemana2. tapi, si ayah yang entah kenapa bisa melakukan hal ini, tiba2 mengajak kami untuk melihat Puppy! Ya kami, hanya mbu dan bocah, minus si suster dan minus pak min serta minus pake baby. “trus naek apa?” tanya saya. “kita naik bajaj!!!”

 

Jadilah, yang selama ini Nayaka kenal mobil, kami ajak naik bajaj untuk melihat anak anjing di pet shop kemang. Setelah puas melihat kucing, karena ternyata tidak ada pupy yang dijual.. tau-tau, si kecil ke bagian belakang petshop. Disana dia mendapati berbagai macam anjing titipan. Matanya girang bukan main. Terlebih ketika melihat seekor Labrador krem kegemarannya!

 

“Mau itu.. itu ciko!” teriak si bocah! Tentu tidak bisa nak, karena itu anjing titipan. Ya sudah byebye  anjing yg mirip ciko. Setelah dari petshop, kami ke toko mainan dibilangan bangka. Ah, rupanya nayaka senang dengan mainan dolan toys. Dia bisa anteng memainkan permainan mindah2 unsur bentuk tanpa melepaskan pegangan tangannya. Setelah akhirnya memutuskan tidak membeli mainan itu[400reboo boo!!]… Perhatian si kecil beralih ke buku-buku.. well akhirnya buku juga yang dia pilih hehehehe..

 

karena udah magrib, ayah gak tega nyari bajaj, maka si ayah bilang naik taksi. Tau2 si kecil bilang: itu dia taksinya.. hehehehe, ternyata yang lewat silverbird.. ya sudlah.. kami naik silver saja.

 

Malamnya, ketika berendam air hangat, naya bilang ayahnya.

“ayah, naik bajaj udah, besok bis peyot!” hahahaha… kalimat itu di fwd ke sms saya…lumayan, bosen2 liat orang2 parpol dapet  sms dari ayah ttg si bung.

 

minggunya, meski saya teler akibat lembur sampai malam, kami naik bis peyot [istilah nayaka terhadap bis] alias transjakarta… setelah rute ragunan-latuharhari, lalu jalan2 liat anak2 puppies bo’ongan [heh! Gue tau bedanya asli Labrador ama anjing kampung ya Bang.. heran.. masih aja doyan nepu hehehehehe] dilanjutkan rute latuharhari-blok M. pulangnya, saya yang gak kuat.. udah dong yaaa.. naek taksi aja…cape booo

 

setengah cape, taksi kami menuju rumah.. di jalan, naya yang sedari tadi tidak tidur sedikitpun, kecuali pas nenen riyep2, tiba2 melonjak…

 

“bajaj kemarin udah..

tadi naik bis peyot..

yang belom:… angkot!”


Blog EntryNever underestimate them!!Jul 11, '08 2:59 AM
for everyone

 

…………………………………

……………………………………….

……………………………………………..

…………………………………………………..

 

apalagi sampai bilang,: “alah masih umur setaon.. baru ulang taon ke dua… mana ngerti mereka!”

 

Hohohoho!! salah besar!! Dan kalau yang bilang begitu adalah ibunya sendiri, sepertinya si ibu perlu meningkatkan kualitas hubungan dengan anaknya.

 

Sebenernya tulisan ini ditujukan kepada seseorang yang di hari ulang tahun anaknya, si bude menelpon sambil bilang: adeek Fareelll.. met ultah yaaaa….!

Jawaban dari ibunya: “aah biasa aja kok.. gak dirayain.. lagian gak ngerti anaknya dirayain ultahnya ini! pesta ultah kan yang seneng ortunya!”

 

TOK TOK TOK.. HELLOWW??

 

Saya tertawa sambil nyeletuk.. “iyaa, adek farel doang yang gak ngerti yaa.. temen2nya udah ngerti loo…  kesian!”… lalu ganti topik percakapan dengan gondok.

 

 Entah apa maksutnya dia bilang “anak umur segitu belum ngerti apa2”, apakah  hanya merasa minder karena tidak merayakan ultah anaknya atau menyindir saya [dan kakak2 saya] yang selalu merayakan ultah anak2nya yang menurut dia itu mewah?

 

Saya tidak tahu. Tapi ditarik dari kalimat: “lagian anaknya gak ngerti!” buat saya adalah penghinaan untuk anak! Justru.. batita lebih halus perasaannya dibanding orang dewasa [ciyee]… saya merasakannya, ibu yang lekat dengan anakya pasti juga merasakannya,  apalagi ibu2 yang menyusui anaknya [mau sebentar  atau mau lama kayak si bocah satu yang suka bikin muka ibunya merah karena baju atas dibuka tiba2!].

 

Sewaktu saya sedih, nayaka bisa merasakan kepedihan saya. Pernah, ketika saya kesal dengan ayahnya, tiba-tiba naya datang kepada saya [yang sedang diam2 mengusap air mata.] Tiba-tiba dia berkata: “mbuuuu… tuntun… liat bunga.. “ aah, seperti saya disadarkan bahwa saya masih ada nayaka. Tiba didepan bunga2 kami, nayaka memetik bunga: mbuu.. buwat mbu.. mbu senyuummm.”

Huaa bukannya senyum, saya menangis terharu dan memeluk nayaka segera! Hilang kesedihan saya seketika! Padahal naya baru 18 bulan waktu itu! Satu bukti bahwa anak mengerti!

 

Atau, ketika kakak sepupunya ulang tahun! Nayaka masih berusia 2 bulan. Karena saya baru melahirkan, maka kakak saya berbaik hati merayakan ulang tahun di rumah ibu bersama saya dan ponakan barunya. Nah, acara ulang tahun pukul 4 sore, tapi nayaka si bayi merah, tidak tidur dari jam 2 siang!! Sibuk ngoceh sendiri karena si kakak mau ultah. Belum lagi, ketika semuaaaa teman2 memakai topi ultah, si bayi gak dapet, dia nangisss.. saya pikir mau nenen, tapi rupanya gak mau, tau2 kakak ipar saya, memberi topi ultah… dan Walaaaa.. diamlah bayi merah itu! Satu bukti lagi, kalau si bayi mengerti bukan??

 

Saya pikir, tidak pada tempat memberi stigma: “ahh.. masih kecil! Mana mengerti dia!” itu sama saja mengatakan.. anak kecil bodoh tidak tahu apa2…sama saja mencemooh dan menghina anak sendiri, to???

 

Saya jadi ingat selarik puisi dari Dorothy Law Nolte : “........Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, dia belajar rendah diri, Jika anak dibesarkan dengan hinaan, dia belajar menyesali diri….”

 

Tentu, kita tidak mau terperangkap dalam pemikiran:  anak kecil tidak tau apa2 bukan???

 


ORANG TUA DARI ANAK-ANAK YANG HEBAT

Asma Sembiring

Dilla, bekas murid saya yang baru kelas 5 SD adalah anak dengan
kemampuan multitalenta dan luar biasa. Dalam usia 10 tahun, ia sudah
punya cita-cita mantap kelak akan menjadi apa. Ia belajar tekun dan
sungguh-sungguh, sesuatu yang jarang saya temui pada anak-anak seusia
Dilla yang lagi senang-senangnya main. Mengajar Dilla menyenangkan,
karena tanpa diajarpun ia sudah mahir menjawab soal-soal. Ditambah
lagi dengan hobinya belajarnya (suer, seumur-umur baru kali ini ada
orang menyebutkan hobinya belajar dan itu keluar dari mulut Dilla).
Tadinya saya khawatir dengan hobi Dilla karena terkesan anak-anak
seperti Dilla akan tumbuh menjadi anak yang terlalu serius, tak punya
teman dan asyik dengan dunianya sendiri.

Kekhawatiran saya ternyata tak beralasan. Selain memiliki prestasi
akademis yang baik di sekolahnya (Nilai ulangannya rata-rata selalu di
atas 9), tergabung dalam tim olimpiade matematika SD dari sekolahnya
serta mengikuti lomba bahasa Inggris antar SD dan berbagai lomba
lainnya, Dilla masih sempat bermain bersama teman-temannya, melukis
dan ikut kegiatan menari. "Tadinya saya khawatir Mba kalau Dilla
kecapean mengikuti kegiatan dan les ini itu. Tapi karena anaknya enjoy
ya saya biarin aja", cerita sang Mama. Dihampir seluruh kegiatan yang
dilakoni Dilla, ada Mama yang rajin menemani dan mengantarnya ke
sana

ke mari.
***
Ibu empat anak ini berdedikasi luar biasa pada anak-anaknya. Empat
anaknya lahir berturut-turut dengan jarak usia satu tahun. Yang
tertua sedang menunggu informasi kelulusan SMAnya dan sudah diterima
di PTN favorit di
Bandung, sementara yang terkecil kelas 3 SMP.
Keempat anaknya berhasil masuk sekolah terbaik di
kota
mereka dari SD
hingga SMA dengan nilai sangat baik. Mereka juga tumbuh menjadi
remaja yang santun.

Dalam sebuah kesempatan, saya bertanya tip-tip sang ibu tersebut
membesarkan putra-putrinya. Simpulan saya dari ceritanya adalah; ia
begitu telaten mengurusi anak-anaknya, mendedikasikan darma pada para
buah hatinya. Menemani anak-anak dari bangun tidur hingga hingga
tidur kembali, mengamati perkembangan akademis mereka lewat ngobrol
dengan para guru (di tempat les atau sekolah), memahami kondisi fisik
dan mental anak-kapan saat mereka letih dan mengajak mereka refreshing
untuk memulihkan semangat anak-anak tersebut.
***
Amara (27 th) bikin saya ngiri berat. Di usia 25 tahun, ia diterima
di sebuah lembaga yang cukup prestisius di
Indonesia
. Satu tahun
berikutnya ia mendapat beasiswa melanjutkan S2 dan S3 ke luar negeri.
Jika tak ada aral melintang, di usia 29 atau 30 tahun nanti, ia akan
menggondol gelar Master dan Phd di belakang namanya.

Keberhasilan seperti ini tidak ia dapatkan dalam satu jentikan jari.
Sejak kecil Amara dididik sang ayah untuk belajar dan bekerja keras.
"Ayah sampai bela-belain begadang menemaniku setiap ujian, bahkan
sampai jam 3 malam. Aku belajar, Ayah baca buku atau mengerjakan
sesuatu. Jadi aku tenang belajarnya karena ada yang nungguin", cerita
Amara.

Tak banyak orang tua luar biasa seperti ini, yang mendedikasikan
dirinya untuk terlibat dalam proses tumbuh kembang anak-anaknya
seperti para orang tua di atas di tengah jaman seperti sekarang ini,
dimana tuntutan kehidupan semakin tinggi. Mereka menghadirkan diri
dan ada saat anak-anak mereka membutuhkan sosok orang tua. Tidak
sekedar dalam makna fisik namun juga pemikiran, hati dan do'a untuk
kemajuan serta perkembangan terbaik putra-putri mereka. Memompa
semangat anak-anak mereka dikala terpuruk serta berbincang layaknya
antara orang tua dan anak di satu saat dan di lain waktu bertindak
sebagai teman atau sahabat.

Jadi jangan heran jika anda bertemu anak-anak yang hebat, sebab di
belakang mereka ada para ayah dan ibu dengan pengorbanan serta
komitmen yang luar biasa.

 

 

Tulisan tersbut berasal dari email di sebuah milis yang saya ikuti. Membaca email tersebut membuat saya merenung….. wah.. saya berangkat kerja, terkadang nayaka belum bangun… saya pulang kerja, ternyata nayaka sudah tidur…

Dilema pun akhirnya… kalau saya tidak kerja dan seperti ibu2 tersebut di atas… jelas pendapatan keluarga akan timpang segera.. dan tentunya.. biaya pendidikan yang saya persiapkan dengan saya bekerja ini tentunya akan berkurang… dan nanti2nya.. saya tidak bisa menyekolahkan nayaka di sekolah yang bagus, tidak bisa mengikuti les-les seperti Dilla di atas.

 

Idealnya, seorang ibu di rumah, selalu berada di samping anaknya dari dia bangun hingga tertidur lagi.. mungkin yaa..

Dengan membaca email di atas yang ditulis oleh ibu asma sembiring membuat saya di antara sinisme dan nelangsa.. Nelangsa seperti sudah saya jelaskan sebelumnya… Sinis dengan: :iyeee deeeh.. yang berkecukupan.. jadi, ibunya gak usah kerja.. nemenin ajah terus anaknya.. mana anaknya 4 pula.. jarak setaon2.. geleng2 kepala.. sukur daaah.. kebutuhan mencukupi..

 

Nah, parents.. maafkan kalok saya punya pandangan begitu sinis bin sirik hihihihhiihhi

 

Berdoa: semoga nanti, kalau nayaka sekolah.. meskipun gak saya temenin dari dia bangun sampai dia tidur.. saya bisa nungguin belajar kayak bapaknya amara.. saya bisa mengikuti perkembangan di sekolahnya. Saya bisa berdiskusi dengan guru-gurunya dan saya bisa menemaninya di setiap kegiatan sekolahnya, meski tidak selalu bisa hadir kalau saya harus bekerja.. *Semoga nayaka mengerti*

Berdoa: semoga nanti, nayaka bangga dengan dirinya dan bangga dengan ayah mbu nya… kerena ayah mbunya adalah teman dekat dan teman argumen yang terbaik untuknya…

Berdoa: semoga kami selalu berada di sisi naya, tatkala iya menangis bahagia dan tertawa atas kesusahannya…

 

Buat asma sembiring: dikau berhasil membuat saya mengerenyitkan kening.. dan segera berdoa buat single parent yang harus mencari uang demi anaknya, tidak patah semangat karena tidak dapat menemani si anak terus menerus…

Segera berdoa juga.. semogaaa.. para ibu karir dikuatkan imannya, bahwa apa yang kita kerjaan adalah untuk anak2 kita kelak.. anak-anak yang hebat!.. amiiin..

 

 


Blog EntryMalam [untuk] Bajingan May 7, '08 11:09 PM
for everyone

Malam-malam, setelah hujan. Menunggu dijemput suami di halte sarinah. Kali ini kacamata harus dipakai, kalau enggak, beneran udah rabun nih mata.  *keluh*.

 

Awalnya, sebuah mobil grand escudo mendekat. Tidak ada yang menarik, kecuali si pengemudi wanita yang menurut saya sangat cantik. Dan seorang penumpang laki-laki di kanannya yang tampak seperti office boynya. Dalam hati bergumam, duh baik bener si bos nganterin OB. Tapi, semua berlalu tatkala mereka berdua berciuman dan berpelukan. Hehehe, biar kata otak liberal, tetep ajah saya shock ngeliat adegan itu, terlebih “gap” antara mereka berdua. Rasanya waktu berjalan lambat. Dan mata saya tidak bisa bergerak dari dua insan yang saling memagut itu. Tak berapa lama mereka saling melepaskan, kemudian saling berbicara sambil memeluk… dan ciuman lagi.. kali ini si laki2 bahkan menciumi leher dan eeemh.. belahan dada si perempuan.. hahahha.. saya niat banget yak!. Sebenernya, saya memalingkan muka pun  dari sudut mata saya sudah terlihat jelas. Sampai mobil berlalu, saya masih bisa melihat kancing atas kemeja perempuan itu terbuka dan jelas-jelas payudaranya terlihat.

 

Tak lama, setelah si laki2 itu turun, matanya mencoba melihat deretan penunggu di halte. Mata saya dan dia yang akhirnya bersirobok. Si laki-laki itu, dengan agak gelisah, berdiri di dekat saya. *gerimis mulai lagi, satu2nya tempat yang tersisa hanya di samping saya.*. lalu, saya mendengar dering telponnya. Dia hanya menjawab, sudah sampai di halte sarinah. Saya mencoba membuang salting saya, hingga datang seorang perempuan dengan bayi perempuan digendongannya dan anak laki-laki berumur lima atau empat tahun, berlari ke arah saya dan berteriak: “ayaaah!!!”… anak laki-laki itu berlari sambil meminta digedong oleh laki-laki sebelah saya. Sumpah mati, saya tidak bisa untuk tidak menutup mulut saya yang terperangah itu.

 

Saya pandangi keluarga kecil itu, si laki-laki menggendong anak lakinya, sementera si istri membawa bayi mungil dan serenjeng plastik-plastik belanjaan. Si istri, perempuan itu, hitam manis, agak chubby tampak berpeluh. Saya bisa mendengar: “Nih, belanjaannya, aku gak mungkin beli beras, gak mungkin angkatnya. Terus, tadi ibu kasih duit 100ribu buat tambahan lauk di rumah.” Lalu, suara laki2 yang gak jelas saya tangkap. Diikuti suara istri yang memelas: “aaayah… masa aku cape kayak gini kita masih naik Bis. Katanya, ayah dapet bonus, tolong dong yah, naik taksi saja. Ibu cape.”

 

Hati saya miris, apalagi saya dengar suami membentak istrinya manja, tapi si anak laki-laki berteriak, “ayah.. ayah naik taksi dong yah.. aku mau naik mobil!! Ayo ayah!!” dengan gembiranya. Kali ini saya perhatikan keluarga kecil itu. Saya tatap wajah suami istri itu. Saya tersenyum waktu bayi perempuan itu ternyata memainkan gantungan kunci tas saya yang berbentuk jerapah.. yang kemudian saya berikan padanya. Aha. Ya.. saya melihat rona merah di muka laki-laki itu. Si ibu mengucapkan terima kasih dan tersenyum pada saya. Ah.. manis sekali perempuan ini..

 

Entah, mungkin malu atau rengekan anaknya, sebuah taksi tarif lama warna hijau mereka naiki. Mata saya bersirobok sekali lagi. Entah apa makna senyum kecut yang tersungging di wajah laki-laki itu. Saya membalasnya dengan bahasa bibir yang berucap b a j i n g a n  lalu menggelengkan kepala.

 

Tak lama kemudian, ayah datang menjemput. Ayah mencium saya sambil minta maaf karena membiarkan saya menunggu lama. Saya tersenyum, menyesal memakai kacamata.. mestinya saya biarkan rabun.. sehingga saya hanya melihat keluarga kecil [yang mungkin akan saya anggap bahagia] itu saja.

 

[sarinah, 080507, 21.30]


Blog Entrykehilangan seseorangMar 10, '08 5:48 AM
for everyone

Ya, saya “kehilangan” teman ngemil. Teman saya yang satu ini, bisa loh.. udah sarapan, masih minta beliin bubur kalok saya dateng duluan, trus beli kue di mbak2 yang jualan kue dari kantor ke kantor, lalu makan siang, lalu ngemil di sore hari.. lalu beli tahu gejrot pas pulang kantor, lalu, hihihhihi.. tauk deh lalu lagi..

 

Saya kehilangan teman yang super jago kompi. Jadinya, tidak ada yang menemani saya ketika saya kesulitan men-setting multiply atau FS, hahahaha! Harus saya akui saya agak gatek.

 

Meski saya ngakunya waras, tapi saya “cukup gila” untuk menjadi impulse buying dan dia “sangat waras” untuk menekan saya untuk tidak segera membuka dompet ketika saya melihat baju anak lucu atau T-Shirt retro keren. Meski begitu, dia sebenernya adalah “penjahatnya” karena dari dialah saya keranjingan ambass [ITC/Mall Ambassador] hahahahah.

 

Saya tergila-gila mengunduh juga dari dia. Awalnya, saya paling ANTI mengunduh musik. Saya berpikir.. musik haruslah dihargai dengan cara membeli CD nya. Nyatanya, setelah jadi emak, kebutuhan anak sangat besar dan mengalahkan kebutuhan membeli CD hahahaha. Jalan terbaik, mengutip dirinya: “donlod lah tante, ada yang gampang kok cari yang susah..” huakakakakak, maap yah para pemusik…..hobi deh saya mengunduh musik.. makanya.. MP langsung setting nya berubah.. gak bisa donlod lagi..

 

Apalagi ya, yang membuat saya kehilangan..? oiya, saya kehilangan teman seperjalanan pulang… hehehe, maklum trans-J nya satu jurusan, lumayan ngirit  ongkos bajaj ke halte terdekat. Saking merasa ruginya gak mau bayar bajaj [soalnya biasanya berddua ama dia hihihihi].. saya pernah jalan kaki dari kantor saya di thamrin menuju halte latuharhari menteng.. keliatannya sih deket, tapi pas sampai di deutch bank building saya mikir, alamak.. masih 1km lagi.. nekat lah jalan. Untungnya, pas di taman lawang saya gak dikira bencong hihihhi… [dooh.. jeung, ngaca doong.. bodi bentuknya Globe gitu… kok ya mikir jadi bencong Taman lawang seeh.. gak lepel doong!]

 

Errr.. saya kehilangan teman untuk saling mencela. Saya dan cici, memang tiada hari tanpa cela. Mulai dari omongan berat badan yang sama2 gede hingga perjodohan. Hihihihi.. saya yakin di benak cici bertanya-tanya.. “kenapaa ya si ayah mau ama tante?”… hihiih ngaku deh ci!

 

Tidak hanya itu semua, yang terpenting, saya “kehilangan” waktu bermalas-malas. Gak tau, kenapa, saya selalu dateng telat ke kantor. Dalam pikiran saya, udah ada cici ini… hihihi…pasti kantor beres.. [padahal mah.. periode cici di kantor, dia berhasil membuat karya seni yaitu.. mengeringkan tiga pohon di kantor.. HAHAHAHAHAHAH]

 

Hahahaha, tapi semua “terbayar” kok. Rekan kantor saya yang baru, lebih rajin, lebih ceriwis, lebih gila ama musik, ama tanah abang, ama ambass!.. eventhough, dia juga rajin olah tubuh, bo bo, sehari2 omelannya:  “arie, fitness yuuk!!, rajin ngemil.. ngemil buah.. “arie.. apel yang dibeli,. Bukan krupuk kemplang!”.. hehehehehe…

 

Cici.. I miss you.. Rieska.. welcome!

 

 

 

 

 

 

 


Blog EntryCinta monyetMar 10, '08 4:08 AM
for everyone

 

 

Hahahahaha, jangan menghina saya dulu ya. Tulisan ini bukan untuk menceritakan “kegilaan” saya masa muda. Doh, emang umur berapa si jeung, bilang masa muda. Ah, well, setiap orang toh berhak merasa tua.

 

Sumpah, saya tahu arti kata pacaran itu kelas 1 SMP. Maklum SD saya SD kampung. Kata pacar atau pacaran hanya sebatas diskusi sajah, hahahaha. Tanpa tau maksutnya. Jujur, saya naksir bener-bener jatuh cintrong kelas 1 SMA. Sekali lagi jangan ketawain saya, bukan karena saya jelek dan gendut. Enggak, enak ajah, dulu saya langsing ting ting, masalah muka… relatip lah, mantan-mantan pacar saya bilang saya cantik hehehehe.

 

Jeung mau tahu. Waktu SMP saya gak punya namanya pacar. Tapiiii, karena gank saya punya pacar, jadilah saya “mencomot” [hakhakhak istilahnya mencomot bow] salah satu cowok di geng anak basket. Sebutlah A. Waduh, mukanya saya sampe sekarang masih inget! Jadiannya?? Di jodohin sama temen2. Si A.. nembaknya.. lewat Telpon!! Hihihhi, silahkan tertawa. Jalan sama A, sebentar saja, karena saya pacaran udah mau naek kelas, jadi waktu ternyata di tidak naik kelas dan pindah sekolah.. hihihihi.. selamat tinggal. Well, muka bolehlah, tampang bolehlah, indo, tapi otak Udang!

Gaya pacarannya: telpon2an sama maen basket bareng. Dan bareng temen2 tentunya. Heh! Situ jangan mesum dulu ya!! Gandengan tangan ajah kagak!!

 

Kelas 2 SMP saya dijodohin sama kakak kelas saya sama guru olah raga saya! Heh, saya tolak lah.. wong saya gak demen. Eh, tapi, rupanya ada anak kelas satu, imut, gundut chubby, jago gitar klasik. Boleh dong kenalan. Sebutlah namanya K. huakakakakaka, ini pacaran paling lucu. Wong abis “jadian”, nonton bareng2 eh dia kelas satu ndiri! Tapi paling bongsor. Sumpah lupa nonton apa… bukaan..bukan karena bikin film, enak aja! Tapi lebih karena memang saya lupa :P tuuh, sekali lagi jangan ngeres, saya masih SMP.

 

Pacaran hanya 4 bulan, karena rupanya orang tuanya menyekolahkan si K ke NY untuk lebih fokus ke musik klasik.. AH.. tidaaak.. daku kehilangan. Tapi, kami berlanjut surat-suratan sampai saya kelas 2 SMA. I was his first love, mana tahaaaaan………………

Episode K akan diceritakan di masa SMA saja yaa..

 

Kelas 3 SMP.. saya super jomblo! Disamping sibuk ekskul dan nari, saya sibuk belajar..hihihi saya anak pandai jaman smp!

 

Well.. well… well.. masuk SMA.. errr.. saya pacaran sama temen sekelas. HUAAA..ini niih. Namanya cintaaaaaaaaaaaaaa banget sama si E. aduuh.. bener2 deh saya merasa jatuh cinta… sekali lagi jangan tertawa, kalau saya nge-fans Kahitna. Dan si E dengan berbaik hati memberikan kaset Kahitna!!! Biar cinta bergelora di dada… biar cinta menyatukan kita.. uwo uwo uwo.. hahahahahaha…errr.. ssttt si E ini my first French Kiss.. hahahahah..

Lama loh saya pacaran sama si E, satu tahun 3 bulan sampai “penghinatan” itu terjadi!! Haahahahaha…

 

Biasalah.. temen makan temen jeung. Hua, saya baru kali itu patah hati. Menangis berbombay-bombay.. Tapi, masa berkabung cukup 3 minggu sajah, karena datang mas-mas ganteng berseragam, hahahaha.. sialan. Bukan satpam..enak ajah!! Klaim nya calon pemimpin masa depan. Yang pasti ini bocah waktu jemput saya naek mobil bapaknya yang mereknya tiga huruf, temen2 mantan berseru.. “Bat.. punya beceng bat, ati2 lo. Haduh bat, kalah bat si buaya [nama mobil nya si mantan] bat !” kikikik…

 

Lumayan lama lah menjalin cinta. Hubungan jarak jauhlah. Tapi sayang, kandas di taun ke dua, setelah saya mau lulus sma. Gara2nya? Dia dijodohin ama anak komandannya. Doh, nasib-nasib! Hasilnya, yang dulu saya dan teman segank punya impian dateng ke promnite dijemput ama cowok, jadinya naek panther salah satu teman, ramai-ramai deh…gak asik banget, hahahahahaha….

 

Di tengah-tengah kejombloan saya pas awal-awal kuliah…Si K datang lagi. Wooo… tambah ganteng pulak foto2nya, huhuhu, gak tahan ama foto seragam rugby di college nya dia. Email dia [iyee.. taun segitu saya udah punya email.. akses internet?? Ya warnet lah jeung.. di margonda waktu itu dikit, tapi selalu ada buat eyke laah] mengabarkan kalau dia akan datang ke tempat kos saya! Huhuhu!! Kebat-kebit oy, secara merasa ini cinta platonis..hahahaha…

 

Hari H, janjian dengan si K. rupanya, dia hapal daerah kosnya, karena kakak perempuannya [huek.. baru tau, kalok dia punya kakak perempuan, satu hal yang paling saya hindari.. pacar punya kakak perempuan kikikikik!] kos di daerah yang sama.

 

Sumpe loh bow, meskipun gak mikir macem-macem, sempet terbesit.. “udah deh.. serius dong pacaran!”

 

Si mbak kos, tau2 ngetuk pintu kamer. “mbak-mbak, ada laki2.. sumpah mati, ganteng.. banget.. nyariin. Bo-bo, tanyain, punya sepupu gak, kikiki?” dengan ketawa desible tinggi. Dasar gatel!

 

Beneran bow.. si K.. hua.. sok kenal banget.. langsung berlari meluk!!

Do you know what, si K gelagapan.. meski membalas pelukan saya. Setelah selesai berpelukan… saya pandangi K. kok gelagapan ya.., tau-tau, dari samping kanan saya, dari pilar rumah kos saya, muncul perempuan sedang hamil gede, tersenyum pada saya.

 

“Rie, kenalin, ini pacar saya, calon istri saya, we’re going to married in Bali next week, ini undangan ama tiket ke Bali PP.. please dateng yah, buat pendampingnya Michele...”

 

alamaaaaaakkkkkkkk…….. diampuut!!!

 

 

 

 


Blog EntryDon’t teach me..Mar 4, '08 3:08 AM
for everyone

 

Don’t teach me what painful is.. because I’ve seen people died slowly in front of me

Don’t teach me to choose the right thing, because I’ve been in right track

Don’t teach me how to choose a good friend.. because a good friend is never choose..

 a good friend came to me when I need them, we laugh when we’re sad.. We cry when we’re happy..

 

Just, I’m asking to you not to teach me. I’ve learn from many people how to survive from injustice.. I’ve learn that Life is deferent than Live.


Blog EntrySomeone ask me to keep silent…Mar 4, '08 2:53 AM
for everyone

 

She said.. if you had another problem with those persons… why don’t you keep silent instead of discuss with your fellow…is good for your heath too…

Geee… Ok.. I rather keep my mouth shut and continue my life..

 

Err.. it’s mean that I may not part of you anymore.. since you ask me to keep silent..due to you are one of my fellows..

 

 

 


Blog EntryNew York Philharmonic di Korea Utara..Feb 26, '08 5:33 AM
for everyone

 

 

Di layar TV saya, tampak siaran langsung NY Philharmonic sedang konser pertama kali di Negara komunis. Negara yang oleh presiden negara asal NYP sebagai negara poros setan.

Ah, saya sedang tidak berpolitik apalagi ngomongin hubungan internasional. Terlalu cekak otak saya untuk membahas ini. Hanya saja, saya merasa salut dengan NYP yang berani datang ke Korea Utara dengan dalih musik adalah universal. Kecaman tentu datang bertubi-tubi untuk mereka. “memangnya dengan musik, lantas  Korut menjadi negara demokrasi? Lantas mereka menyetop nuklir mereka?? Ah, itu pasti suara orang2 yang kalah set berdiplomasi. Wong NYP hanya ingin membagi kebahagian bermusik kok. Hehehe.

 

Kembali ke layar TV. CNN merelay gambar dari TV korea utara, hahaha iyalah.. susah bener mereka bawa kameramen dan peralatan canggih ke sana. Yang ada malah dituduh mata2 lagi sama pemerintah korut yang super sensitive kayak pantat bayi itu.

Nah, di layar TV yang saya liat, err.. saya gak pasti apakah ada Kim Jong Nam atau tidak atau apakah ada Kim Jong Ill? Karena tampilan TV kebanyakan ke orkestranya saja, pas liat muka2 orang itu say saya sedang tidak konsentrasi.

 

Yang menarik, pada saat pertama kali tampil NYP tampil dengan lagu kebangsaan korea utara dan amerika, kira2 apa yah di benak orang2 itu?  Apa yah perasaaan orang2 itu? Bagaimana ya rasanya melihat bendera amerika disandingkan bendera Korea Utara?

 

Apalagi ditambah dengan orkes itu membahana di seluruh korea utara, di tv nasional yang tentunya hanya satu2nya itu dan radio nasional. Kira2, apa ya perasaan orang2 Korea Utara??

Jujur saja, saya bertanya-tanya dalam hati, adakah musik di Korea Utara? Kalau iya, musik apakah itu? Musik Propaganda? Musik pesanan sang Presiden Abadi Kim Ill Sung?

Apakah musik orkestra pernah mereka mainkan?

 

 

Ngomong2, tampilan di TV, Pyongyang Grand Theater itu bagus ya..

Saya jadi bertanya, kira2 untuk apa gedung sebagus itu dibuat ya??

Satu lagi, mungkin karena kualitas gambar punya kamera nasional TV nya mereka, saya jadi tersenyum2..kayak nonton orkestra jaman TVRI dulu.. kualitas gambarnya masih kualitas TVRI waktu saya kecil dulu.. hahahaha, jangan salah kira. Pernah, waktu Korea Utara datang ke Indonesia, saya lihat gerombolan wartawan Korea Utara. Mereka bergerombol sendiri, padahal sebelahnya ada wartawan dari korsel. Lalu, kamera mereka, hihhi…. Aduh.. kotak sabun gitu, ketinggalan jaman.. saya gak tau apakah mereka sudah menggantinya apa tidak. Terlebih lagi, para wartawan itu sangat tertutup, bahkan disenyumin dan ditegur sapa mereka menghindar..

 

Hahaha, baru saja bung Maazel bilang: “kali ini kami akan memainkan amerikan in Paris.. mungkin suatu hari saya akan menciptakan American in Pyongyang..”

Kira2 dia ngomong gitu udah direncanain apa spontanius ya???

 

Love, arie [26 February 2008]

 

=masih menikmati NYP di Layar TV, ah rupanya mereka dapet standing applause!! What a cultural Gap!==


Blog Entrybaju pengantinFeb 26, '08 2:49 AM
for everyone

Minggu lalu saya menghadiri pernikahan sahabat saya. Duh, sahabat yang cuantik ini sempet menangis-nangis bombay dua bulan sebelum pernikahanya. Apalagi kalau bukan budget terutama budget buat dandan. Si sahabat ingin memakai pakaian pengantin sendiri. Mendisain sendiri. Menjahit di tukang jahit yang spesialis kebaya pengantin yang blink blink itu. Tapi, si calon suaminya menolak mentah-mentah. Alesannya, beskap dipakai satukali, jas pun akan dipakai jarang-jarang. Apalagi kebaya yang seperti impian sahabat saya ini!

 

Sahabat saya ini berpendapat, toh pernikahan hanya sekali. Kenapa juga gak boleh pake baju sendiri?? Kenapa juga harus sewa??? Nanti, dipake lagi sama pengantin yang laen lagi. Gak seru. Lagian, katanya cinta.. kenapa sih gak mau beliin baju pengantin. Aduuh Jeung.. masa ukuran cinta diukur dari baju beli atau sewa siih.

 

Ingatan saya melayang ke pernikahan sepupu saya yang sederhana di bandung sewaktu saya kecil. Sederhana artinya di rayain di rumahnya yang Gueddeee bangett dengan nuansa putih. Waktu itu saya terkagum-kagum sama detail baju pengantinnya. Ternyata, si sepupu saya yang laki-laki itu menyewa beskap di salon terkenal di bandung, demikian pula dengan sepupu perempuan saya. “mending duit ku tabung buat honeymoon ke bali deh..” and.. mereka everlasting hingga sekarang

 

Sementara, anaknya sahabat ibu saya di hari berikutnya menikah di ball room Hotel Indonesia. Duh! Jaman itu, mahal kaleee. Gaunnya yang widiiiih.. takut saya tanya ibu kira-kira gaun pengantinnya berapa. Ah, sayang, pernikahan bak Lady Dy itu harus berakhir di tahun ke dua. Itu yang saya ingat.

 

Kembali ke ball room pengantinan sahabat saya. Saya melihat dia begitu cantik. Potongan kebaya moderen yang sangat indah. Demikian pula pengantin laki-lakinya. Beskapnya penuh dengan mote dan bordiran. Keren! Saya tidak tahu istilah mode nya apa, tapi saya liat, itu kebaya bener2 kebaya annie avantie seperti yang dia pengen hihihi.

 

Belum selesai pikiran saya berputar, ingin menanyakan ke sahabat satu lagi yang ada di sisi saya, kira-kira si pengantin bajunya sewa apa enggak, tau-tau.. sebuah pekikkan suara yang pernah akrab di masa lalu menghentikan lamunan saya, “HEIII Jeuuuung… Kemana ajaaah…. Aduuuuuugh… tambah makmur dong itu body boowww…..”


Blog Entryperempuan perkasaFeb 26, '08 1:03 AM
for everyone

suatu hari, saya ingin mencoba naik angkutan umum bis dari blok M ke rumah saya. sudah lama saya tidak naik bis reguler lagi. hari itu saya pingin nyoba. awalnya agak takut, trauma dengan kejadian rampok di taksi. tapi saya malam itu pingin banget naik bis. semestinya saya naik bis kopaja 605A, tapi yang ditunggu-tunggu lama munculnya. adanya 605 jurusan kampung rambutan. saya akhirnya naik bis itu, dengan pertimbangan kernetnya perempuan.

benar saja, dia sangat "mengayomi" penumpang, terutama yang perempuan pada saat naik maupun turun. tidak segan pula dia memarahi penumpang laki-laki yang sembarangan meletakkan barang bawaannya.

perempuan itu bernama ibu ratmi. di perempatan lampu merah melawai, ia tak kuasa menahan amarah waktu seorang pengamen perempuan membawa bayinya mengamen.

"habis, anak ini sakit, gak ada yang nungguin." kata pengamen perempuan. umurnya belasan, badannya kurus, bajunya mencoba ikuti tren.

"memangnya itu anakmu apa?" tanya ibu ratmi. si pengamen terdiam.

"kamu, mbok ya kerja yang lain, coba jadi pembantu kek. tukang cuci kek. malah keliaran malam2, ngamen bawa bayi. itu anakmu apa nyewa? duuh, cah bagus..."

si pengamen terdiam. "ya udah, kalo ibu gak ijinin saya ngamen."

"bukannya gak ngijinin orang cari uang...tapi saya itu paling marah sama orang yang bawa bayinya malem2 ikutan nyari uang. gemblung. sana, kalo mau ngamen..."

si perempuan itu akhirnya nyanyi. tepat depan saya. saya lupa dia bawa lagu apa kerena pandangannya saya tertuju pada bayi yang kurang lebih berusia 6bulan. dia tertidur. mungkin lelah. mata saya berair.

"pulangin deh anaknya...kasian badannya anget."kata saya setelah meraba keningnya.

"belom cukup buat bayar sewanya kak." Edan, ternyata itu adalah bayi sewaan.

"berapa memangnya kamu sewa?"

"untuk yang bayi gini 30ribu. uang saya baru 20ribu. tadi anak ini panas saya beliin bodrexin." [heh??? bayi 6bulan kasih bodrexin???]

saya terdiam. dalam hati saya marah. ibu ratmi yang mengikuti percakapan kami tiba-tiba teriak. "Oalah! cah gemblung!! kayak gini nih bu, saya suka marah! Saya jengkel sama orang2 gak berguna kayak gini." katanya kepada saya.

"ayo, mana rumahmu, dimana rumah mpok yang nyewain. si mpok roidah bukan? Kunyuk tuh orang, janji ama gue gak sewain anak lagi."

si pengamen perempuan mengkerut. "iya bu, mpok roidah."

bayi di dalam gendongan pengamen itu tampak gelisah. naluri saya sebagai ibu ingin menggendongnya. ibu ratimi tampak bercakap-cakap dengan supir yang ternyata suaminya.

"ayo, mana tuh Roidah?"

"jangan bu, nanti saya diomelin."

"Bodo, biar gw yang talangin."

Dua perempuan dan bayi itu turun setelah bis berhenti. Saya melihat dari ujung mata saya. Antara ingin turun dan ingin pulang. Hati kecil saya sebagai perempuan tidak terima namun, sisi lain saya tau, nayaka menunggu saya.

Saya pun memutuskan turun. Depan ibu Ratmi saya terdiam. Lalu, saya merogoh uang saya yang tidak seberapa.

“buat beli obat anak itu sama susu ya bu. Saya gak punya banyak uang.”

Mata ibu Ratmi berkaca-kaca. Tiba-tiba ia memeluk saya. Kami pun berpelukan. Si pengamen menunduk, memandangi bayi yang tampak menggigil. Ah, ibu Ratmi..andai semua orang sebaik ibu…

Taksi saya hadang untuk mereka naik ke rumah mpok Rodiah. Terima kasih Pak Taksi yang  mau bekerja sama dengan saya mengantarkan si kecil, ibu Ratmi, dan perempuan pengamen itu.

Menurut pak supir yang kemudian mencari alamat rumah saya untuk saya beri bayar ongkos taksinya, sesampai di rumah yang dituju, seorang ibu tampak menangis meraung-raung. Rupanya, itu ibu asli si anak. Karena dia punya utang sama ibu2 yang namanya mpok Rodiah, anaknya disewain buat bayar utang. Ibu Ratmi yang membayarkan uangnya dan ngancem Rodiah untuk tidak seenaknya lagi

Duuuh.. Jakartaaa…..

[kejadiannya udah lama.. sekitar bulan oktober 2007, saya langsung tulis tapi belom saya posting..., saya baru posting karena tadi pagi [February 26] saya bertemu Ibu Ratmi depan komplek rumah saya. Beliau memanggil saya..lalu ia turun dari bis nya. Kami bertegur sapa, berpelukan dan saya ucapkan banyak terima kasih kepadanya…]

 


Blog EntryAm I a lousy Mom?Feb 21, '08 3:47 AM
for everyone

 

Pagi tadi saya sudah dibuat jengkel oleh diri saya sendiri. Iya.. ini mungkin akibat dari diri saya yang selalu menuntut untuk terus sempurna. Apalagi, pekerjaan tadi pagi, bagi saya, mestinya mudah untuk dilakukan. Nyatanya saya gagal. Kegagalan tadi pagi membuat saya menangis lalu mengutuk diri sendiri kalau saya lousy mom!

 

Apalagi kalau membuat kue untuk Nayaka.. hahahaha, terdengar sepele bukan? Tapi buat saya tidak. Awalnya, Nayaka sedang ogah-ogahan untuk makan. Belum sampai GMT [Gerakan Tutup Mulut] sih. tapi, cukup memusingkan pengasuhnya untuk menyuapi Nayaka dengan sabar. saya coba buka arsip milis anak-anak juga arsip milis SEHAT. Saya coba terapkan ke anak saya. Mulai dari cari piring2 yang lucu, makan di suasana yang berbeda… hingga sharing food sama ibunya [tentu pada saat tidak pedas yaa…]… hasilnya??? Piring2 lucu itu sudah dua yang gompal karena di lempar setiap makan. Makan di suasana berbeda?? Mulai dari restoran hingga dia diperbolehkan makan sambil bermain bersama mainannya.. sudaaaah…. Tapiiiiii… hanya bertahan satu atau dua kali!!!! Sisanya… No Way… “GAK mau MAKAN!”. Sharing Food dengan ibu??? Yang ada makanan ibu di piring di acak-acak!

 

Akhirnya, saya berpikir, mungkin makanan Nayaka yang monoton.  Jadilah, pada suatu hari saya berkelana di toko buku di bagian Tata Boga. Hahahaha, hal yang saya TIDAK pernah saya lakukan sebelumnya,mencari buku resep. SEMUA buku resep balita dan anak saya borong. Keesokan harinya, setelah membaca satu persatu saya mencatat bumbu apa saja yang saya tidak miliki. Tentunya, setelah berkonsultasi dengan mama daffa. [sowry ya wik!] beliau yang bilang, ini gak usah, itu gak perlu. Hingga pertanyaan, “lu mau bikinin apa sih Ri?”. Di swalayan, saya gelagapan. Di mana letak mustard? Perlu gak sih beli Mayones? Minyak wijen buat apa? Kok saus tiram ber-MSG semuaaaa????

 

Akhirnya nyerah, saya beli semua! Untuk saus Tiram saya pilih Maggie karena kandungan persentasenya jelas. Meski ada MSG terpaksa saya beli. Belakangan [tanpa bilang-bilang sama mamanya daffa] saya pergi ke organic store tanya saus tiram non msg.. harganya huiiihh!! Mahalnya! Tapi saya beli jugalah!

 

Taraaaaaa… semua bumbu dan bahan siap pakai [untuk bahan siap pakai saya gunakan untuk maximal 3 hari] jembreng di meja dapur! Mbak Onah, bedinde, bertanya kepada saya, “ibu mau pesta?”

Sudah! Saya tutup kuping! Saya mau masak buat nayaka!

 

Nah, tadi pagi. Saya sudah bersiap di dapur. Rencananya saya mau masak Pisang oles cokelat. Bahan sudah siap semua. Tapi, dari awal… saya gagal mencairkan cokelat masak. Lalu, caramel yang gosong. Terakhir.. pisangnya tidak bisa di olesi dengan caramel maupun cokelat masak, karena caramel gosong dan cokelat masak yang tidak meleleh dengan sempurna!

 

Saya kesal! Saya kesal dan menangis, hahahaha!

Nayaka ngeliat tampilan pisang meringis doang, dimakan pun tidak!

Saya bujuk-bujuk dia untuk makan. Toh, ini pisang. Kesukaannya. Tapi nayaka malah memonyongkan bibirnya sambil menggelengkan kepala!

Ya sudah, saya rajang bayem hingga halus ditambah labu siem, saya masak sayur bening sajah! Itu saya lakukan sambil brebes mili tentunya.

Setelah jadi, saya kasih ke pengasuh untuk menyuapi Nayaka…

 

Kurang lebih 45 menit kemudian, setelah saya selesai mandi dan bersiap ke kantor, pengasuh saya menghampiri saya. “Bu, bayemnya masih ada? Mas Naya minta tambah..”

 

Owalah.. naaak!

 



Blog Entrypesan dari Yahoo Massanger...Jan 15, '08 7:08 AM
for everyone

Lagi onlen tadi siang menuju istana.. tau2 ada IMs

 

“sudah…. sudah… singkirkan dendammu..katanya sudah memaafkan..”

 

saya balas:

“sudah kok.. tapi sampeyan tanyaken lagi nooh… ke orang2…” *icon mencibir*

 

IMs:

“laah.. itu.. masih ngomongin Pak Tua???”

 

saya balas:

“yeey.. emangnya ngomongin Pak Tua kenape?? Kagak dosa gue maah.. lah yang gue omongin jaman pak tua.. kedelai disubsidi Kok.. jadi si doi bisa makan tempe ama tahu enakkkkkk…”

 

IM’s:

“ya sud… jadi enakan jaman pak tua Toh?”

 

Saya balas:

“iih.. situ begok apa belagak pura2 gak tau siih?.. saya gak bilang lebih enak kokkk… yang enak.. tahu ama tempe.. makanan muraaaah.. tapi sehat… BLo’on!! Sekarang.. kite2 kaum papa mau makan apa? Beras mahal, kerupuk?? Tepungnya mahal… ?? suruh makan Beton?? Kentut mulu taukkk!!!”

 

IM’s:

“susah ngomong sama sampeyan..”

 

saya balas:

“sama, saya juga sebel ngomong sama sampeyan”

 

offlen...

 

 

 


Blog Entrysms si PengirimJan 15, '08 6:51 AM
for everyone

Di tengah kantuk saya yang semakin menghebat…tiba-tiba… sms menyeruak menyadarkan saya…

 

Pengirim        : sudah.. istirahat saja..kembali ke suami dan anakmu..

Saya balas..   : hadooh gak bisa, nih.. Pengirim.. saya mesti berjaga-jaga di marii

Pengirim        : kesian kamu.. gak pantes kamu berada di sini.. kesian anakmu.. merindukanmu

Saya balas     : kerjaan boos…. Entar saya dipecat…

Pengirim        : anak kan juga kerjaan-Nya… mau dipecat jadi ibu?

Saya balas     : yeeey.. situ sewot.. kalok saya dipecat dimari,…. Saya gak bisa jadi ibu yang bisa nyekolahin anak saya.. misalnya… ya gak??? Bo.. sekolah mahal Bo..

Pengirim        :.. Kamu, mau saya forward-in sms perintah buat kamu pulang?

Saya balas     : errr… tadi sih pas nelpon waktu malam, Doi bilang saya suruh pulang.. tapi saya bilang hal yang sama ke situ.. trus Doi menghela nafas deh..jadi bener nih saya suruh pulang ??

Saya balas     :.. trus.. kalok dia mangkat gimana dong?

Pengirim        : nanti, akan Kami kabarkan alert sms nya.. supaya kamu bersiap… sudah.. sana.. malam semakin meninggi.. toh deadline mu sudah lewat kan??

Saya balas     : bener yak.. kasih kabar ya…

Pengirim        : besok lebih baik kok

 

Saya pulang… saya peluk anak saya dalam tidurnya…saya damai dalam tidur…

Besok paginya…teman melaporkan… “NooH.. Gober membaik lagiii.. meski dalam keadaan kritis.. tapi Hb sudah meningkat, tekanan darah meningkat…udeh, lu kagak usah ribet ngurusin noh orang.. lu urus aja deh.. hari ini anak lu kagak bisa makan tahu… iya kan.”

 

Saya coba cari Pengirim dalam inbox sms saya…

 

Loh kok tidak ada???

Siapa yang menghapus??

 

[dibuat 080114]


Blog EntryI'm the Tower.. huahahahahahahahahaJan 9, '08 1:43 AM
for everyone

You are The Tower

Ambition, fighting, war, courage. Destruction, danger, fall, ruin.

The Tower represents war, destruction, but also spiritual renewal. Plans are disrupted. Your views and ideas will change as a result.

The Tower is a card about war, a war between the structures of lies and the lightning flash of truth. The Tower stands for "false concepts and institutions that we take for real." You have been shaken up; blinded by a shocking revelation. It sometimes takes that to see a truth that one refuses to see. Or to bring down beliefs that are so well constructed. What's most important to remember is that the tearing down of this structure, however painful, makes room for something new to be built.

What Tarot Card are You?
Take the Test to Find Out.


Blog Entrypersonal things you keep in your officeJan 8, '08 5:11 AM
for everyone

Lucu juga  ide nya mbak cherry… jadinya mau aah. Sayah ikuti.. jadi pada tauu deh… betapa hypermartnya meja sayah..

hmm... let's see... urutan nulisnya berdasarkan apa yang dilihat ya....

di atas meja computer ada... computer pastinyaaah

  1. duit 50ribu
  2. balsam hansaplast
  3. oleh2 patung kayu dari Vietnam,
  4. DVD one fine day, CD Rebuilding ACEH, CD kawinan, CD lagu2 bajakan hasil donlod MP huahahahahaha
  5. Koran tempo
  6. buku tulis
  7. bon bon taksi
  8. kunci dan gantungan kunci jerapah
  9. sunsilk leave on mosturaiser hahahahaha
  10. obat lancar ASI sama Promag ama panadol
  11. gelas kertas Burger King
  12. rautan
  13. tissue
  14. buku: terorisme di Indonesia, perkenalkan aku menjelaaskan takdir, olenka-budi darma, konspirasi neo orba  hahahahaha
  15. map isinya ijazah kuliah, transkirp nilai ama akte lahir
  16. printer gak kepake
  17. kotak isinya sisir ama bolpen
  18. rautan
  19. kabel USB
  20. kerang2an
  21. jam tangan
  22. stabile
  23. bolpen bergeltakan
  24. sampah kertas daily bread
  25. speaker
  26. auk ah gelapppp.. sumpe berantakan bangetttttt gak tega nyebutiinnyaaa

 

yang di meja satu lagi

  1. earphone
  2. kertas kado
  3. jam, celengan jerapah
  4. boks bekas makan
  5. majalah tempo
  6. kaset
  7. foto gue ama ayah
  8. boneka dari Citibank.. penting juga yah
  9. file2 liputan.. dokumen liputan hahahahaha
  10. kamus Collin Cobuilds
  11. telpon
  12. i